Kepala Desa Taba Renah Sayangkan Oknum Ketua BPD Mereka Curi Sawit. Hardi: Kami Tak Menyangka

Kepala Desa Taba Renah, Hardi Erianjaya menyayangkan oknum Ketua BPD Taba Renah yang melakukan tindakan pencurian sawit milik PT. Riau Agrindo Agung (

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
HH (40) Ketua BPD Desa Taba Renah, Pagar Jati Bengkulu Tengah saat diamankan polisi dan dimintai keterangan terkait pencurian sawit milik PT RAA, pada Selasa (19/4/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Kepala Desa Taba Renah, Hardi Erianjaya menyayangkan oknum Ketua BPD Taba Renah yang melakukan tindakan pencurian sawit milik PT. Riau Agrindo Agung (RAA) beberapa waktu lalu.

"Saya dan seluruh masyarakat Desa Taba Renah sangat menyayangkan dan sangat terkejut dengan adanya kabar buruk tersebut," ujarnya kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (23/4/2022).

HH (40) yang merupakan Ketua BPD Taba Renah ini menurut Hardi merupakan orang memiliki sikap yang baik dan tidak melakukan pelanggaran hukum.

"Sebelumnya tidak ada HH ini melanggar hukum, lihat saja dia bisa menjadi ketua BPD, artinya pandangan masyarakat terhadapnya berarti bagus," tambahnya.

Hingga saat ini, dikatakan Hardi, ia belum menerima ajakan dari pihak keluarga HH untuk melakukan upaya perdamaian dengan PT RAA.

"Belum ada ajakan atau inisiasi dari pihak keluarga HH untuk melakukan upaya perdamaian, kalau kita dari pemerintah Desa berharap kasus ini bisa damai, tapi kita serahkan semuanya ke pihak Polres Bengkulu Tengah saja," kata Hardi.

Sebelumnya diberitakan, pihak kepolisian berhasil mengamankan empat pelaku pencurian sawit milik PT Riau Agrindo Agung (RAA), satu diantara pelaku merupakan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Taba Renah Bengkulu Tengah dengan inisial HH (40).

Penangkapan keempat pelaku berinisial HH (40), RI (43), Su (48) dan Ta (32) di kediamannya masing-masing di Desa Taba Renah, Pagar Jati, Bengkulu Tengah pada Selasa (19/4/2022).

Diketahui, keempat pelaku sempat melarikan diri selama dua bulan dan bersembunyi di daerah Bengkulu Utara dan Mukomuko.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah Iptu Donal menjelaskan, kejadian ini bermula saat dua pekerja dari PT RAA melakukan patroli rutin pada Senin (10/1/2022) lalu, kemudian mendapati jejak kaki orang yang mencurigakan dan mengikutinya.

"Saat itu, kedua pekerja mengikuti jejak kaki orang mencurigakan di areal perkebun PT RAA, setelah diikuti, mereka mendengar suara sepeda motor dan dari kejauhan mereka melihat pelaku HH, sedang menunggu di dekat tumpukan tandan buah sawit (TBS)," ujar Iptu Donal kepada TribunBengkulu.com, Rabu (20/4/2022).

Lebih lanjut, saat kedua pekerja melihat keberadaan pelaku HH, keduanya segera mengejar, namun HH dengan cepat melarikan diri dan hanya meninggalkan tumpukan sawit yang diduga hasil curian di perkebunan PT RAA.

"Setelah kita mendapat laporan adanya tindakan pencurian, kita langsung melakukan penyelidikan, dan pada Selasa (19/4/2022) sekitar pukul 01.00 Wib kita mendapati keberadaan pelaku HH di kediamannya," kata Donal.

Saat akan dilakukan penangkapan, menurut Donal, pelaku HH sempat mencoba melarikan diri dengan cara melompat melalui jendela rumah, kemudian berlari ke arah belakang rumah.

"Saat pelaku HH kabur, tim melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil mengamankan HH, dan kita lakukan interogasi kemudian HH mengakui perbuatannya," ungkapnya.

HH pun diamankan di Mapolres Bengkulu Tengah, dan berdasarkan keterangan dari HH, aksi pencurian tersebut dilakukan bersama tiga rekan lainnya. 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved