Pembunuhan di Lebong

Paman yang Tewas Dipenggal Keponakan di Lebong, Dikenal Sederhana dan Aktif Bermasyarakat

Hermansyah (56) warga Tik Kuto, Kecamatan Rimbo pengadang, Kabupaten Lebong yang tewas oleh keponakan sendiri berinisial AG (21) dikenal sederhana.

Panji/TribunBengkulu.com
Kepala Desa Tik Kuto, Nashil Yani saat ditemui TribunBengkulu.com di rumahnya di Desa Tik Kuto, pada Minggu (24/4/2022)   

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Hermansyah (56) warga Tik Kuto, Kecamatan Rimbo pengadang, Kabupaten Lebong yang tewas di tangan keponakan sendiri berinisial AG (21) dikenal sederhana di lingkungan Desa Tik Kuto.

Seperti diberitakan sebelumnya Hermansyah tewas dengan cara sadis karena kepalanya dipenggal keponakannya sendiri.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Tik Kuto, Nashil Yani yang rumahnya hanya berjarak lebih kurang 10 meter dengan rumah korban.

"Sebelum saya menjabat sebagai kepala desa di sini, beliau (korban) sudah tinggal. Sehari-hari beliau bertani, kadang menerima upahan di kebun tetangga," kata Nashil Yani, saat ditemui dirumahnya di Desa Tik Kuto TribunBengkulu.com, Minggu (24/3/2022).

Ia menambahkan, korban juga kerap datang ke masjid yang berada di Desa Tik Kuto ini untuk beribadah. 

"Beliau (korban) di lingkungan d kenal sederhana dan bermasyarakat aktif di kegiatan Desa," ujar Nashil Yani. 

Kesaksian AG

AG (21) sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan sadis terhadap pamannya sendiri di Desa Tik Kuto Kabupaten Lebong.
 
Diberitakan sebelumnya, AG membunuh pamannya sendiri Hermansyah dengan sadis, Jumat (22/4/2022).
 
AG memenggal kepala Hermansyah sampai terpisah dari tubuhnya.

Usai membunuh pamannya dengan kejam, ia seperti tak berdosa dan kembali melanjutkan pekerjaannya mencari rumput untuk kambing peliharaannya.
 
Kepada penyidik AG sempat mengaku dirinya membunuh pamannnya itu secara tiba-tiba.

Ini dipicu karena dia kehilangan handphone dan menduga pamannya yang mengambilnya.
 
Namun AG juga mengaku dia seperti mendapat dorongan aneh saat membunuh pamannya itu. 
 
“Seperti ada yang menarik saya pak. Entah apa,” kata AG.
 
AG juga mengatakan dia menebas kepala pamannya itu dari belakang saat pamannnya tak awas.
 
“Dalam pikiran aku seperti dikendalikan orang,” katanya.


Rumah Duka

Saat TribunBengkulu.con mendatangi rumah duka korban di Desa Tik Kuto, tenda dengan kain berwarna hijau telah dipasang untuk menggelar tahlilan hari ke 2, pada Sabtu (23/4/2022). 

Di kedua sudut jalan juga telah ditaruh papan bertuliskan hati-hati ada musibah, lalu TribunBengkulu.com bertemu dengan orang tua AG dan Istri korban. 

Di sana suasana keluarga masih terpuruk dan berselimut duka, tidak banyak bicara keluarga di sana, namun saat bercerita tentang korban dan pelaku, keduanya menangis. 

Lalu salah seorang anak korban mendatangi TribunBengkulu.com, sembari menggendong anaknya. 

"Maaf pak bukan kami tak mau memberi keterangan, kami sedang berduka," kata anak korban.

Sementara itu, Kepala Desa Nashil Yani mengatakan, hari ini tahlilan ke 2 jam 17.00 di rumah duka. 

"Nanti doa di rumah, terus buka puasa sama-sama," ujar Nashil Yani

AG Ditetapkan Sebagai Tersangka

AG (21), pelaku pembunuhan sadis terhadap pamannya sendiri, Hermansyah (56), resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Ini setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka oleh penyidik Sat Reskrim Polres Lebong.

Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Alexander saat dihubungi oleh TribunBengkulu.com mengatakan, tersangka sudah diamankan di rumah tahanan Polres Lebong. 

"Untuk pasal yang kita sangkakan terhadap tersangka pasal 338 tentang Pembunuhan, ancaman maksimal 15 tahun penjara," kata Iptu Alexander saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com melalui via telpon, Sabtu (23/4/2022) 

Ditambahkan Alexander yang pernah menjabat Kapolsek Batik Nau dan Kanit Reskrim Polsek Teluk Segara ini, usai menebas kepala korban hingga terputus, tersangka kemudian pergi seolah tidak terjadi apa-apa.

Bahkan AG sempat mencari rumput untuk pakan hewan ternaknya.

Hingga kemudian, Tim macan Swarang Polres Lebong dibantu warga mengamankan tersangka AG. 

"Seusai kejadian pelaku kembali beraktivitas mengambil rumput untuk makanan ternak, lalu tim bersama warga mengamankan pelaku di sawangan, " ujar Iptu Alexander. 

Fakta Sebelumnya

Sebagai informasi, Hermansyah (56), warga Tik Kuto Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong Bengkulu tewas secara mengenaskan.

Pria paruh baya ini ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi kepala terlepas dari badannya, Jumat siang (22/4/2022).

Korban diduga dibunuh keponakan sendiri inisial AG (21).

Terduga pelaku AG (21) yang awalnya diamankan ke Polsek Rimbo Pengadang akan diserahkan ke Polres Lebong untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Rimbo Pengadang, Iptu Hasan Basri mengatakan, untuk keterangan sementara dari terduga pelaku dan saksi-saksi sementara, motif terduga pelaku tega menghabisi nyawa korban karena sang paman mengambil handphone AG.

"Terduga pelaku kita serahkan ke Polres Lebong untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," kata Iptu Hasa Basri saat ditemui di Polsek Rimbo Pengadang, Jum'at (22/4/2022).

Sebelumnya, warga Tik Kuto Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong digegerkan dengan pria paruh baya yang tewas dengan kepala terputus dari badannya, Jumat (22/4/2022).

Diduga pelaku adalah keponakan korban sendiri. Diketahui korban kerap di panggil Taen ini ditebas oleh keponakannya berinisial AG. 

Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Alexander saat dihubungi melalui via WhatsApp membenarkan peristiwa tersebut.

Bahkan pihaknya sudah mengamankan pelaku.

"Betul itu, pelaku sudah diamankan," kata Iptu Alexander.

Pihaknya belum bisa menyampaikan secara detail terkait kasus ini, lantaran masih dalam proses pemeriksaan pihak kepolisian. 

"Terduga pelaku masih dilakukan pemeriksaan, nanti kita sampaikan lebih lanjut," ungkap Iptu Alexander.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved