Pembunuhan di Lebong

Tingkah Berubah Sejak 2 Bulan Terakhir, Pemenggal Paman Sempat akan Dibawa ke RSJKO

(21) tersangka kasus pembunuhan sadis, pemenggalan paman di Desa Tik Kuto, Kecamatan Rimbo Pengadang, sempat akan dibawa ke RSJKO.

Panji/TribunBengkulu.com
AG tersangka pembunuhan sadis di Lebong sempat akan dibawa ke RSJKO Bengkulu karena tingkah nyelenehnya sejak 2 bulan terakhir ini. 

Seperti diberitakan sebelumnya Hermansyah tewas dengan cara sadis karena kepalanya dipenggal keponakannya sendiri.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Tik Kuto, Nashil Yani yang rumahnya hanya berjarak lebih kurang 10 meter dengan rumah korban.

"Sebelum saya menjabat sebagai kepala desa di sini, beliau (korban) sudah tinggal. Sehari-hari beliau bertani, kadang menerima upahan di kebun tetangga," kata Nashil Yani, saat ditemui dirumahnya di Desa Tik Kuto TribunBengkulu.com, Minggu (24/3/2022).

Ia menambahkan, korban juga kerap datang ke masjid yang berada di Desa Tik Kuto ini untuk beribadah. 

"Beliau (korban) di lingkungan di kenal sederhana dan bermasyarakat aktif di kegiatan Desa," ujar Nashil Yani. 

Kesaksian AG

AG (21) sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan sadis terhadap pamannya sendiri di Desa Tik Kuto Kabupaten Lebong.
 
Diberitakan sebelumnya, AG membunuh pamannya sendiri Hermansyah dengan sadis, Jumat (22/4/2022).
 
AG memenggal kepala Hermansyah sampai terpisah dari tubuhnya.

Usai membunuh pamannya dengan kejam, ia seperti tak berdosa dan kembali melanjutkan pekerjaannya mencari rumput untuk kambing peliharaannya.
 
Kepada penyidik AG sempat mengaku dirinya membunuh pamannnya itu secara tiba-tiba.

Ini dipicu karena dia kehilangan handphone dan menduga pamannya yang mengambilnya.
 
Namun AG juga mengaku dia seperti mendapat dorongan aneh saat membunuh pamannya itu. 
 
“Seperti ada yang menarik saya pak. Entah apa,” kata AG.
 
AG juga mengatakan dia menebas kepala pamannya itu dari belakang saat pamannnya tak awas.
 
“Dalam pikiran aku seperti dikendalikan orang,” katanya.

Rumah Duka

Saat TribunBengkulu.com mendatangi rumah duka korban di Desa Tik Kuto, tenda dengan kain berwarna hijau telah dipasang untuk menggelar tahlilan hari ke 2, pada Sabtu (23/4/2022). 

Di kedua sudut jalan juga telah ditaruh papan bertuliskan hati-hati ada musibah, lalu TribunBengkulu.com bertemu dengan orang tua AG dan Istri korban. 

Di sana suasana keluarga masih terpuruk dan berselimut duka, tidak banyak bicara keluarga di sana, namun saat bercerita tentang korban dan pelaku, keduanya menangis. 

Lalu salah seorang anak korban mendatangi TribunBengkulu.com, sembari menggendong anaknya. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved