Jadi Penadah Handphone Curian Rp 300 Ribu, Warga Seluma Akhirnya Dibebaskan Lewat RJ

Seorang warga Seluma, Redo Saputra alias Redo dibebaskan dengan restorative justice (RJ) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma, Rabu (20/4/2022).

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
HO Kejati Bengkulu
Proses Restorative Justice (RJ) Redo di Kejari Seluma. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Seorang warga Seluma, Redo Saputra alias Redo dibebaskan dengan restorative justice (RJ) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma, Rabu (20/4/2022).

Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Ristianti Andriani mengatakan kasus ini berawal pada Kamis (10/2/2022) lalu.

Saat itu, Redo ditawari saksi, WP (dalam berkas terpisah) untuk membeli sebuah handphone seharga Rp 300 ribu. Transaksi ini dilakukan di Desa Tedunan, Kecamatan Semidang Alas Maras, Seluma.

Namun, kemudian WP ditangkap oleh aparat dari Polsek Semidang Alas Maras, dan diketahui handphone yang dijual tersebut ternyata hasil curian.

Akhirnya, Redo ditangkap aparat, dan dikenai pasal 480 ayat (1) KUHP.

"Kesepakatan damai akhirnya tercapai pada Rabu (20/4/2022) lalu, di Kejari Seluma," kata Ristianti kepada TribunBengkulu.com, Senin (25/4/2022).

Menurut Ristianti, ada beberapa pertimbangan RJ dilakukan kepada Redo. Pertama, Redo baru pertama kali melakukan tindak pidana.

"Kemudian, terdakwa juga menyesali perbuatannya. Terdakwa juga meminta maaf kepada korban, dan korban bersedia damai dan memaafkan terdakwa," ujar Ristianti.

Dengan adanya RJ ini, Redo akhirnya bisa bebas, dan kasusnya tak lagi dilanjutkan.

"Tokoh agama dan masyarakat juga mendukung dan apresiasi RJ ini, karena mengutamakan kearifan lokal di lingkungan masyarakat," ungkap Ristianti.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved