Pembunuhan di Lebong

Tragedi Keponakan Penggal Paman di Lebong, Kriminolog: Pelaku Harus Diperiksa Kejiwaan

Kriminolog Unib Zico Junius Fernando ikut merespon tragedi pembunuhan sadis paman oleh keponakan di Lebong, hingga kepala sang paman lepas dari badan.

Panji/TribunBengkulu.com
AG tersangka pembunuhan sadis di Lebong ternyata dikenal baik dan aktif di kegiatan kepemudaan 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Kriminolog Universitas Bengkulu (Unib) Zico Junius Fernando ikut merespon tragedi pembunuhan sadis di Lebong, dengan cara ditebas oleh tersangka AG hingga kepala sang paman terlepas dari badan.

"Dari background tersangka ini, sepertinya bukan orang yang suka keluar masuk penjara, berdasarkan teori kontrol dalam kriminolog," kata Zico Junius Fernando, kepada TribunBengkulu.com, Senin (25/4/2022).

Untuk itu, menurut Zico, tersangka juga harus dilakukan pemeriksaan kejiwaannya. Apakah nanti tersangka bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. 

"Selain adanya kemungkinan tersangka sakit hati, juga perlu adanya pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka, yang berhak melakukannya adalah ahli dalam kejiwaan. Penyidik harus meminta pihak ahli untuk melakukan pemeriksaan," jelas Dosen Fakultas Hukum Unib ini.

Apalagi, tersangka AG (21) rencananya sempat akan dibawa oleh keluarga ke Rumah Sakit Jiwa Ketergantungan Obat (RSJKO) Bengkulu untuk menjalani pengobatan karena sudah 2 bulan terakhir ini, tingkah laku AG terlihat tidak normal.

Jika nanti tersangka terbukti mengalami gangguan kejiwaan sesuai dengan pasal 44 KUHP, menurut Zico, dalam pertanggungjawaban pidana juga dikenal adanya konsep alasan pemaaf. 

"Hal ini dikarenakan seseorang yang tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana salah satunya karena “sakit berubah akalnya”, yang dimaksud misalnya : sakit gila, histeris (sejenis penyakit saraf terutama pada wanita), epilepsi dan bermacam sakit jiwa lainnya," kata Zico Junius Fernando

Selain itu, lanjut Zico dari kronologi tersangka yang sudah menyiapkan senjata tajam ini, usai merumput lalu bertemu korban dan melakukan tindakan kejahatan, juga bisa dikategorikan sebagai pembunuhan berencana. 

"Selain bisa disangkakan pasal 338 ataupun pasal 351 tersangka juga bisa disangkakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana," ungkap Zico Junius Fernando.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved