Pembunuhan di Lebong

UPDATE Kasus Keponakan Penggal Paman di Lebong, Polisi: 4 Saksi Sudah Diperiksa

Penyidikan kasus pembunuhan sadis, pemenggalan paman yang dilakukan keponakan berinisial AG (21) di Desa Tik Kuto, Lebong terus bergulir.

Panji/TribunBengkulu.com
Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Alexander saat ditemui di ruangannya di Gedung Satreskrim Polres Lebong, Senin (25/4/2022). 

Selain itu, lanjut Zico dari kronologi tersangka yang sudah menyiapkan senjata tajam ini, usai merumput lalu bertemu korban dan melakukan tindakan kejahatan, juga bisa dikategorikan sebagai pembunuhan berencana. 

"Selain bisa disangkakan pasal 338 ataupun pasal 351 tersangka juga bisa disangkakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana," ungkap Zico Junius Fernando.

Tingkah AG berubah Sejak 2 Bulan Terakhir

AG (21) tersangka kasus pembunuhan sadis, pemenggalan paman di Desa Tik Kuto, Kecamatan Rimbo Pengadang, sempat akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Ketergantungan Obat (RSJKO) Bengkulu.

Dijelaskan oleh Kepala Desa Tik Kuto, Nashil Yani, keluarga tersangka AG ini, sempat mengurus kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk tersangka berobat ke RSJKO Bengkulu. 

"2 Bulan terakhir tersangka berubah tingkahnya dan perkataannya nyeleneh," kata Nashil Yani kepada TribunBengkulu.com, pada Minggu (24/4/2022).

Lebih lanjut Nashil menerangkan, tersangka AG sudah menjalani pengobatan secra tradisional di desa. 

"Sudah beberapa kali tersangka diobatin secara dusun, dan rencananya tersangka akan dibawa ke Bengkulu selepas lebaran nanti," ujar Nashil Yani. 

Tersangka Aktif Kegiatan Kepemudaan

Sementara itu AG (21) warga Desa Tik Kuto, Kecamatan Rimbo Pengadang, yang merupakan tersangka dalam kasus pembunuhan sadis sang paman, ternyata dikenal baik dan aktif di kegiatan kepemudaan. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Tik Kuto, Nashil Yani, yang juga merupakan tetangga dari korban dan pelaku. 

"Sepengetahuan saya dia (Tersangka) ini dikenal baik, orang-orang seumuran dia itu jarang ke masjid karena masih remaja, kecuali dia (tersangka). Dia juga aktif di masjid," kata Nashil Yani kepada TribunBengkulu.com saat diwawancarai di rumahnya, pada Minggu (24/4/2022) 

Nashil menambahkan, selain aktif sebagai anggota risma di masjid Desa Tik Kuto, tersangka juga aktif di kegiatan kepemudaan di desa. 

"Tarawih serta kegiatan-kegiatan risma di masjid aktif, dia (tersangka) juga aktif di kegiatan kepemudaan di desa ini," ujar Nashil Yani. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved