135 Preman yang Resahkan Warga di Medan Ditangkap, Sebagian Besar Anggota OKP

Sebanyak 135 preman yang sering meresahkan waga di Medan Sumatera Utara ditangkap polisi.

Editor: Hendrik Budiman
Ilustrasi
Ilustrasi 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sebanyak 135 preman yang sering meresahkan waga di Medan Sumatera Utara ditangkap polisi. 

Sebagian besar dari preman-preman yang diamankan merupakan anggota OKP (Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda) yang ada di Medan. 

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Warga Rejang Lebong Lantaran Terlibat Jual Beli Buku Nikah Palsu di Kepahiang

135 preman itu dianggap meresahkan selama menjelang hari raya idul Fitri. 

Para preman tersebut adalah juru parkir jukir liar dan preman jalanan. 

Baca juga: Oknum Polisi Tilang Pengendara Motor Rp 2,2 Juta karena Tak Pakai Spion, Pelaku Terancam Dipecat

Tak cuma itu, polisi juga menangkap anggota geng motor yang membantai warga. 

"Sebagian besar dari mereka merupakan anggota organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan (OKP) yang ada di Medan," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, dikutip dari Tribun-Medan.com, Selasa (26/4/2022). 

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Judi Togel di Kabupaten Serdangbedagai

Kapolda mengaku geram dengan ormas sok jagoan yang ada di Medan. 

Dia menegaskan tak ada ormas manapun yang coba berkuasa dan melanggar peraturan. 

"Bagi saya, tidak ada siapapun yang sewenang wenang di negara ini. Tidak ada ormas yang mencoba untuk berkuasa dan tindakan yang menyalahi dan melakukan pelanggaran hukum," tegasnya. 

Baca juga: Polisi Tangkap Pria Pencuri Besi Pagar Pengaman Jalan Saat Beraksi di Jalur Lintas Barat Sumatera

Jenderal bintang dua ini meminta para preman yang ditangkap ini segera berubah dan bekerja secara legal. 

Menurutnya, tak ada yang bisa enak-enak tetapi mau mendapatkan uang hasil secara Ilegal. 

"Bekerja harus benar, jangan maunya dapat uang kerja enggak. Kerja itu capek, pagi, siang malam dan memang seperti itu," tutupnya. 

Sebelumnya, Polrestabes Medan menangkap ratusan preman yang ada di Medan lantaran meresahkan. 

Sebagian mereka dibina dan sebagian lagi diproses hukum. 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved