Pembunuhan di Lebong

Proses Pidana Pemenggal Paman di Lebong Berlanjut, Polisi Tak Periksa Kejiwaan

Proses pidana AG (21), tersangka dalam kasus pembunuhan sadis, pemenggal sang paman di Desa Tik Kuto Kecamatan Rimbo Pengadang, berlanjut.

Panji/TribunBengkulu.com
Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Alexander. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Proses pidana AG (21), tersangka dalam kasus pembunuhan sadis, pemenggal sang paman di Desa Tik Kuto Kecamatan Rimbo Pengadang, berlanjut.

Meskipun ada kemungkinan AG mengalami gangguan jiwa karena keluarga sempat akan membawa berobat AG ke Rumah Sakit Jiwa Ketergantungan Obat (RSJKO), namun polisi memilih tidak melakukan observasi kejiwaan.

Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Alexander mengatakan, ada pertimbangan dari penyidik untuk tidak melakukan observasi kejiwaan. 

"Untuk melakukan observasi kejiwaan dibutuhkan waktu 10-14 hari serta dilakukan pengamanan juga, kita mempertimbangkan tersangka belum menjadi pasien," kata Iptu Alexander saat ditemui oleh TribunBengkulu.com, Selasa (26/4/2022).

Alexander yang juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Rimbo Pengadang dan Kapolsek Batik Nau ini, menjelaskan tersangka masih bisa dimintai keterangan. 

"Sejauh ini tersangka bisa dimintai keterangan, malah tersangka menjalani puasa dan salat di Rumah Tahanan Polres Lebong," ujar Iptu Alexander. 


Respon Kriminolog dan Psikolog

Ketua Organisasi Profesi, Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Wilayah Bengkulu, Wendri Surya Pratama ikut merespon tragedi pembunuhan sadis di Lebong tersebut.

Wendri mengatakan, jika dari keterangan tersangka dirinya seperti berhalusinasi dan seperti ada yang mengajak tersangka membunuh korban, kemungkinan tersangka mengidap Skizofrenia.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved