Rekonstruksi Keponakan Penggal Paman di Lebong Digelar Usai Lebaran

Penyidikan kasus keponakan penggal kepala Paman di Lebong, saat ini masih terus bergulir. Rencananya rekonstruksi kasus digelar usai lebaran.

Panji/TribunBengkulu.com
AG tersangka pembunuhan sadis di Lebong ternyata dikenal baik dan aktif di kegiatan kepemudaan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Penyidikan kasus keponakan penggal kepala paman di Lebong, saat ini masih terus bergulir. 

Tersangka AG (21) warga Desa Tik Kuto, Kecamatan Rimbo Pengadang, disangkakan pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP subsider 351 KUHP, dengan ancaman seumur hidup atau maksimal hukuman mati. 

Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Alexander mengatakan, rekonstruksi atau reka adegan kasus pembunuhan paman oleh keponakan akan digelar usai lebaran nanti.

"Rekonstruksi akan dilakukan di Mapolres Lebong. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan saat rekonstruksi atau reka adegan berjalan nanti," kata Alexander.

Kondisi Terbaru Tersangka

Proses pidana AG (21), tersangka dalam kasus pembunuhan sadis, pemenggal sang paman di Desa Tik Kuto Kecamatan Rimbo Pengadang, berlanjut.

Meskipun ada kemungkinan AG mengalami gangguan jiwa karena keluarga sempat akan membawa berobat AG ke Rumah Sakit Jiwa Ketergantungan Obat (RSJKO), namun polisi memilih tidak melakukan observasi kejiwaan.

Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Alexander mengatakan, ada pertimbangan dari penyidik untuk tidak melakukan observasi kejiwaan. 

"Untuk melakukan observasi kejiwaan dibutuhkan waktu 10-14 hari serta dilakukan pengamanan juga, kita mempertimbangkan tersangka belum menjadi pasien," kata Iptu Alexander saat ditemui oleh TribunBengkulu.com, Selasa (26/4/2022).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved