Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Sosialisasi, Sekretaris Bawaslu Kaur Ditahan

Kejari Kaur menetapkan dan menahan Sekretaris Bawaslu Kaur, RD, dalam dugaan korupsi dana sosialisasi di Bawaslu Kaur tahun 2018/2019.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
HO Kejati Bengkulu
Kejari Kaur menetapkan dan menahan Sekretaris Bawaslu Kaur, RD, dalam dugaan korupsi dana sosialisasi di Bawaslu Kaur tahun 2018/2019. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur menetapkan dan menahan Kepala Sekretariat Bawaslu Kaur, RD, dalam dugaan korupsi dana sosialisasi di Bawaslu Kaur tahun 2018/2019.

Selain RD, Kejari Kaur juga menetapkan satu pegawai Bawaslu Kaur lainnya, SA, sebagai tersangka.

RD sendiri saat ini sudah ditahan selama 20 hari kedepan di Rutan Manna.

Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Ristianti Andriani mengatakan kasus ini bermula dari laporan masyarakat, terkait adanya dugaan penyalahgunaan anggaran sosialisasi di Bawaslu Kaur.

Pertama, sosialisasi pengembangan pengawasan pemilu partisipatif, dimana peserta dalam kegiatan ini harusnya mendapatkan uang saku dan transportasi sebesar Rp 245 ribu.

Namun, peserta hanya mendapatkan Rp 100 ribu.

Sementara, di kegiatan sosialisasi pengawasan pemilihan umum, peserta harusnya mendapatkan uang saku dan transportasi sebesar Rp 195 ribu.

Namun, peserta hanya mendapatkan Rp 100 ribu.

Selain pemotongan uang saku dan transportasi ini, dua tersangka ini juga diduga melakukan penyalahgunaan kegiatan pengadaan alat kantor Panwascam.

"Total anggarannya lebih kurang Rp 4 miliar," kata Ristinati kepada TribunBengkulu.com, Kamis (28/4/2022).

Untuk kerugian negara, kata Ristianti, saat ini masih dilakukan audit oleh pihak kejaksaan.

Para tersangka, kata Ristianti, dijerat dengan pasal pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman penjara diatas 5 tahun, dan bisa seumur hidup.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved