Sindikat Curanmor

2 Pelajar Sindikat Curanmor Berperan Sebagai Joki, Pelaku Dibayar Rp 200-300 Ribu Saat Beraksi

Dua dari empat sindikat spesialis pencuri sepeda motor di 11 TKP di Provinsi Bengkulu masih berstatus sebagai pelajar berperan sebagai joki

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com /HO
Keempat pelaku spesialis pencuri sepeda motor diamankan pihak kepolisian pada Senin (25/4/2022) di Mapolres Bengkulu.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Dua dari empat sindikat spesialis pencuri sepeda motor di 11 TKP di Provinsi Bengkulu masih berstatus sebagai pelajar berperan sebagai joki saat beraksi.

Keduanya hanya diberi upah Rp 200 hingga Rp 300 ribu usai melancarkan aksinya.

YS (16) dan FA (16) merupakan pelajar yang masih duduk di kelas satu sekolah menengah atas di Kabupaten Empat Lawang saat ini harus merasakan dinginnya sel tahanan Mapolres Bengkulu.

Baca juga: Sindikat Curanmor Antar Kabupaten yang Dibekuk Ternyata Kakak Beradik, 2 Pelaku Masih Pelajar

Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau mengatakan, kedua pelajar ini diajak oleh pelaku FA (29) yang merupakan kakak kandung dari YS.

Usai beraksi keduanya diberi upah sebesar Rp 200 hingga Rp 300 ribu per motor yang berhasil diantarkan ke Kabupaten Empat Lawang.

"YS dan FA ini merupakan joki, usai FA dan Pe (18) berhasil mencuri sepeda motor maka YS dan FA membawa motor curian ke Kabupaten Empat Lawang untuk segera dijualkan," ungkap Malau.

Terkait pelaku dibawah umur, menurut Malau, dari kasus ini tidak dapat dimasukkan kedalam kategori restorativ justice (RJ) atau tidak dilakukan penahanan.

Baca juga: Sindikat Curanmor Antar Kabupaten Dibekuk: 4 Pelaku Beraksi di 8 TKP

"Untuk RJ, pelaku dibawah umur sudah tidak memenuhi syarat, karena residivis dan sudah melakukan aksi pencurian di 11 TKP, jadi mereka ini tidak dapat dimasukkan dalam kategori RJ," ungkap Malau.

Saat ini kedua pelaku dibawah umur proses hukumnya sudah bergulir terlebih dahulu.

"Untuk pelaku dibawah umur tetap dilanjutkan proses hukumnya, kemarin kita sudah ke badan pemasyarakatan untuk pendampingan terhadap pelaku anak-anak , dan yang saat ini kedua pelaku masih ditahan di Mapolres Bengkulu," ujar Malau.

Baca juga: Sindikat Pembobol ATM di Bengkulu Dilimpahkan ke Pengadilan, Sidang Perdana 12 Mei

Dikatakan Malau, keempat pelaku melakukan aksinya pada waktu dini hari dari pukul 01.00 Wib hingga pukul 07.00 Wib.

Dimana orang-orang sedang istirahat, sedang sibuk sahur ataupun orang lagi ibadah sholat subuh.

"Jadi mereka mengincar kondisi korban lalai dan sedang beristirahat," jelas Malau.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved