Mudik Lebaran 2022

Arus Mudik Lebaran, Warga Babatan Seluma Ikut Kecipratan Rezeki Jualan Sawo

Warga Desa Babatan, Seluma, ikut kecipratan rezeki dengan banyak pemudik yang lewat di desa mereka.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Sawo jualan warga Desa Babatan, Seluma, Jumat (29/4/2022). Pedagang sawo di Babatan selama arus mudik lebaran kecipratan rezeki karena penjualannya meningkat. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Warga Desa Babatan, Seluma, ikut kecipratan rezeki dengan banyak pemudik yang lewat di desa mereka.

Warga menata buah sawo ini di tenda pinggir jalan, hingga mudah terlihat oleh pemudik atau pengendara yang lewat.

Salah satunya adalah Wati, yang berjualan sawo di pinggir jalan di jalan raya Bengkulu - Seluma.

Menurut Wati, selama beberapa hari ini, pendapatannya dari berjualan sawo saja mencapai Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu, per hari.

Per hari, kata dia, sawo jualannya bisa laku hingga 10 kilogram.

Per kilogramnya, sawo ini dihargai dengan Rp 15 ribu dan Rp 16 ribu, tergantung kualitas buah.

"Alhamudulillah, lancar. Yang beli lebih banyak yang mudik," kata Wati kepada TribunBengkulu.com, Jumat (29/4/2022) siang.

Menurut Wati, pembeli ini membeli sawo untuk oleh-oleh, dan juga untuk di konsumsi sepanjang perjalanan mudik.

Pembeli, kata dia, biasanya juga membeli dalam jumlah banyak, hingga 5 kilogram.

"Ada juga yang beli 2 kilogram. Banyak," ujar dia.

Wati mengaku harga sawo ini dinaikkan selama arus mudik ini. Biasanya, harganya berada di kisaran Rp 12 ribu, namun kini naik hingga Rp 15-16 ribu.

"Ini merupakan buah dari desa sini, Babatan. Batangnya dari desa sini, bukan buah dari luar," ungkap Wati.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved