Cerita Penyapu Jalan di Rejang Lebong: 30 Tahun Mengabdi, Perjuangkan Gaji untuk Bayar Zakat Fitrah

Cana Wati, perempuan paruh baya ini sudah mengabdi sebagai petugas kebersihan di Kabupaten Rejang Lebong sejak tahun 1992, atau sudah 30 tahun.

Panji/TribunBengkulu.com
Cana Wati sudah mengabdi sebagai penyapu jalan di Kabupaten Rejang Lebong sejak 1992. Dia dan teman-temannya menuntut gaji 4 bulan mereka agar bisa dibayarkan, Jumat (29/4/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM,REJANG LEBONG - Cana Wati, perempuan paruh baya ini sudah mengabdi sebagai petugas kebersihan di Kabupaten Rejang Lebong sejak tahun 1992, atau sudah 30 tahun.

Perempuan dengan 3 anak ini bersama rekannya mendatangi Kantor Lembaga Bantuan hukum (LBH), Jumat (29/4/2022) untuk memperjuangkan gaji mereka selama 4 bulan yang belum dibayar.

Cana Wati mengungkapkan, selama dia menjadi penyapu jalan, baru di tahun ini gajinya belum dibayarkan. 

"Gaji nanti untuk makan nak, untuk lebaran dan untuk bayar zakat fitrah, karena masih ada cucu yang yatim," kata Cana Wati dengan mata yang berkaca-kaca saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (29/4/2022).

Lanjut Cana, saat ini dia hanya tinggal berempat di rumahnnya di kawasan Air Rambai Kabupaten Curup. 

"Anak saya yang pertama bekerja sebagai penyapu jalan juga, namun umurnya tak panjang ia meninggal dalam kecelakaan saat usai menyapu jalan," cerita Cana Wati.

Cana Wati menambahkan, anak keduanya juga merupakan seorang penyapu jalan, sedangkan yang terakhir merawat cucunya di rumah sakit. 

"Uang gajian itulah yang kami harapkan untuk lebaran ini nak, karena ibu dak punyo mata pencarian lagi," jelas Cana Wati

Cana Wati yang masih menahan kesedihan ini, juga mengatakan selama 4 bulan ini dirinya terpaksa meminjam uang untuk menghidupi keluarga kecilnya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved