Asiknya, Berburu Plus-plus di Enggano Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu

Indonesia setidaknya memiliki 11 lokasi taman berburu. Nah, ada dua lokasi taman berburu yang berada di Pulau Enggano. Taman Buru (TB) Semidang Bukit

Editor: M Arif Hidayat
Ho TribunBengkulu.com

Catatan Perjalanan Egy Massadiah (Bag 2)

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Indonesia setidaknya memiliki 11 lokasi taman berburu. Nah, ada dua lokasi taman berburu yang berada di Pulau Enggano. Taman Buru (TB) Semidang Bukit Kabu (9,1 ha) dan TB Nanu’a (7,2 ha).

TB Nanu’a beroperasi tahun 2011 dengan SK Menhut No. SK 116/Menhut-II/2011. Sementara TB Semidang Bukit Kabu beroperasi di atas legalitas SK Menhut No. SK 784/Menhut-II/2012.

Dari kedua taman buru tadi, baru Taman Buru Gunung Nanu’a yang sudah mulai dikelola, meski masih jauh dari ideal. Di sana, Anda bisa berburu “plus-plus”. Tentu saja tetap dalam koridor taman buru sesuai UU No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, yang mengatur kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat wisata berburu.

Pulau Kesepian

Pertanyaannya, tahukah Anda di mana letak Enggano? Mari bayangkan peta Indonesia. Di sisi barat Pulau Sumatera terdapat banyak pulau. Paling utara Sabang, lanjut Simeuleu (Aceh), turun ke selatan kepulauan Nias (Sumatera Utara). Di selatan lagi Kabupaten Kepulauan Mentawai (Sumatera Barat), dan paling selatan ada satu pulau yang tampak kesepian. Itulah Enggano.

Ada enam desa di kecamatan Enggano: Malakoni, Apoho, Meok, Banjar Sari, Kaana, dan Kahyapu. Pusat pemerintah di Desa Apoho. Kecamatan Enggano masih memiliki pulau lain, masing-masing bernama Pulau Dua, Merbau, Bangkai, dan Satu. Keempatnya terletak di sebelah Barat Enggano.

Luas Kecamatan Enggano, 400,62 kilometer persegi dan luas daratan 397,18 kilometer persegi. Panjang pantainya 123,23 kilometer, Enggano merupakan batas terluar dengan Samudra Hindia.

Nah, akhir Maret 2022 lalu saya berkesempatan menemani Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo. Selama empat hari, kami berada di Enggano.

“Sudah lama saya merencanakan berkunjung ke Enggano, terutama saat menjabat Kepala BNPB. Dari sisi geografis, Enggano berada di lokasi terluar yang berpotensi gempa dan tsunami. Jadi perlu ada kegiatan mitigasi,” ujar Doni Monardo, tak lama setelah turun dari penerbangan 45 menit Bengkulu – Enggano, menggunakan pesawat Susi Air jenis Caravan berkapasitas 12 tempat duduk.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved