Kuliner Khas Bengkulu, Liling Dijual Rp 12 Ribu per Kilogram, Ada dari Padang dan Medan
Liling atau siput sungai atau ada juga yang menyebutnya tengkuyung, adalah kuliner khas Bengkulu yang namanya sudah tidak asing lagi di masyarakat Ben
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Liling atau siput sungai atau ada juga yang menyebutnya tengkuyung, adalah kuliner khas Bengkulu yang namanya sudah tidak asing lagi di masyarakat Bengkulu.
Di Kota Bengkulu sendiri, liling masih dijumpai dijual di Pasar Panorama. Harganya pun cukup terjangkau Rp 12 ribu perkilogram,.
Salah satu pedagang, Helna (29 tahun) mengatakan per kilogram, liling dijual dengan harga Rp 12 ribu.
Namun, itu adalah liling biasa yang belum dipotong bagian ekor atau ujung.
Jika bagian ujung ini dipotong dengan cara dipukul, harganya naik menjadi Rp 13 ribu, per kilogram. Ada upah Rp 1000 untuk membuang bagian ujung.
Helna tampak sudah terbiasa memotong atau memukul bagian ujung ekor liling ini.
Liling diletakkan di alas batu, kemudian dipukul dengan palu besi.
"Kalau ditokok (dipukul) seperti ini, lebih mudah disedot (saat dimakan)," kata Helna kepada TribunBengkulu.com, Jumat (6/5/2022).
Menurut Helna, liling ini didapatkannya dari Medan, dan terkadang dari Padang.
"Kalau yang dari Bengkulu, ada dari Utara (Bengkulu Utara)," ujar Helna.
Menurut Helna, liling ini bisa dimasak menjadi cemilan, ataupun dimasak untuk jadi lauk nasi.
"Kalau cemilan, bisa di sop. Kalau lauk, bisa dimasak dengan santan," ungkap Helna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/liling.jpg)