Harga Sawit Meroket, Penjualan Mobil Mitsubishi di Lautan Berlian Bengkulu Ikut Naik

Kenaikan harga komoditas kelapa sawit beberapa waktu terakhir ikut mempengaruhi penjualan mobil di dealer Bengkulu, Lautan Berlian.

Penulis: Kartika Aditia | Editor: Yunike Karolina
Kartika Aditia/Tribunbengkulu.com
Salah satu produk Mitsubishi yang saat ini paling banyak diminati masyarakat dengan varian warna hitam dan putuh. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Kartika Aditia


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kenaikan harga komoditas kelapa sawit beberapa waktu terakhir, memberikan berkah bagi masyarakat Bengkulu. Khususnya petani atau warga yang memiliki kebun sawit.

Sejalan dengan kondisi tersebut, ikut mempengaruhi penjualan mobil atau bisnis otomotif. Penjualan mobil di Bengkulu ikut naik saat harga sawit meroket.

Seperti diungkapkan Sarpawi, Supervisor Marketing Lautan Berlian Mitsubishi. Dealer kendaraan bermotor merek Mistsubishi  yang terletak di Jalan Pangeran Natadirja No.KM 6, No.23, Jl. Gedang, Kec. Gading Cemp., Kota Bengkulu, Bengkulu 38216.

"Sangat berpengaruh. Bahkan semakin banyak orang mengambil (mobil), karena dari komoditi masyarakat naik otomatis daya beli masyarakat naik juga," kata Sarpawi kepada TribunBengkulu.com, Selasa (10/5/2022).

Lebih lanjut Sarpawi menerangkan, kenaikan penjualan mobil di dealer mereka saat harga sawit naik itu berkisar berkisar 35 hingga 50 persen.

Menurut Sarpawi pembeli terbanyak adalah masyarakat dari Kabupaten Mukomuko, Bengkulu utara dan Curup.

"Kalau untuk itu paling banyak dari Mukomuko, Bengkulu Utara, Curup, dan banyak sih cuma kalo untuk tiga besar ya itu," jelas Sarpawi.

Sarpawi menjelaskan, mobil yang dicari oleh masyarakat ini biasanya tergantung segmentasi.

Untuk kalangan menengah ke atas ada mobil Pajero Sport Dakar dan Pajero Sport Dakar Ultimate dengan kisaran harga Rp 530 juta.

Sedangkan untuk segmentasi menengah ke bawah adalah mobil Mitsubishi Xpander dengan kisaran harga Rp 280 juta dengan varian warna yang paling banyak diminati adalah hitam dan putih.

Selain itu ada juga perubahan pola pembelian dari sebelumnya banyak yang membeli secara kredit, kini semakin bergeser ke pembelian secara tunai.

"Kalau sejauh ini biasanya langsung cash atau transfer aja," ungkap Sarpawi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved