Kejaksaan di Bengkulu Punya Rumah RJ, Ini Peruntukannya

Kejati Bengkulu kini membuat rumah Restorative Justice (RJ). Rumah RJ Kejati Bengkulu ini terletak di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Koordinator Pidum Kejati Bengkulu, Alexander Zaldi dan Kasi Penkum, Ristianti Andriani saat memberikan keterangan pers 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu kini membuat rumah Restorative Justice (RJ). Rumah RJ Kejati Bengkulu ini terletak di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu.

Koordinator Pidum Kejati Bengkulu, Alexander Zaldi mengatakan rumah RJ ini nantinya akan difungsikan sebagai tempat sosialisasi hukum kepada masyarakat.

Kemudian, rumah RJ ini juga akan menjadi tempat perdamaian hukum atau RJ untuk kasus-kasus yang bisa diselesaikan dengan perdamaian.

"Di rumah ini masyarakat akan bisa mendapatkan informasi apa itu RJ. Disitu juga akan dilakukan perdamaian, supaya perkara ini tidak perlu sampai disidangkan," kata Alexander, Kamis (12/5/2022).

Salah satu kasus RJ yang menarik perhatian masyarakat adalah dibebaskannya Jacky Fransisco alias Jeki, bapak 1 anak yang mencuri burung lovebird di Bengkulu Utara.

Kejadian ini bermula pada Rabu (16/2/2022) lalu. Saat itu, isteri Jeki memintanya untuk membeli susu anaknya yang baru berumur 7 bulan.

Dihadapkan masalah ini, Jeki berusaha menemui temannya di alun-alun kota, untuk menceritakan masalahnya.

Namun, di alun-alun, Jeki tidak bertemu dengan temannya tersebut.

Jeki kemudian kembali pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, dia melihat burung lovebird di rumah saksi korban Devi Rosiyadi.

Timbullah niat Jeki untuk mengambil burung tersebut. Dia kemudian memanjat pagar, dan kemudian mengambil seekor burung lovebird dan dua kandangnya.

"Harga satu burung lovebird itu Rp 120 ribu, ditambah dua kandang, total Rp 500 ribu," kata Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Ristianti Andriani kepada TribunBengkulu.com, Jumat (22/4/2022).

Namun, aksi Jeki kemudian ketahuan sebelum dia sempat menjual burung lovebird tersebut, sehingga dia ditangkap dan proses hukumnya terus berjalan.

Jeki dijerat dengan pasal ayat (1) ke 3 dan 5 tentang tindak pencurian dengan pemberatan.

Hingga pada Kamis (21/4/2022), Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu melakukan upaya perdamaian atau restorative justice (RJ) kepada Jeki.

RJ ini dilakukan karena Jeki baru pertama kali melakukan tindak pidana.

"Tersangka tulang punggung keluarga, dan memiliki seorang anak berumur 7 bulan. Tersangka juga tidak memiliki pekerjaan tetap," tambah Ristianti.

Dengan terjadinya RJ, Jeki akhirnya bisa kembali ke keluarga, dan kasusnya dihentikan.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved