Penghitungan Kerugian Negara pada Kasus Dugaan Korupsi Replanting Sawit Belum Tuntas

Kejati Bengkulu hingga saat ini masih menghitung kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Bengkulu, Danang Prasetyo saat memberikan perkembangan kasus yang ditangani Kejati Bengkulu 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu hingga saat ini masih menghitung kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi replanting sawit di Bengkulu Utara.

Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Bengkulu, Danang Prasetyo mengatakan pihak kejaksaan juga masih mengumpulkan alat bukti yang lain dalam kasus ini.

"Itu bertahap kami lakukan, dan pasti ada finishnya," kata Danang, Kamis (12/5/2022).

Untuk kerugian negara sendiri, kata Danang, akan dihitung secara bertahap. Estimasinya belum bisa diperkirakan, namun ada kemungkinan lebih dari Rp 13 miliar.

Ditambahkan Danang, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara marathon di lapangan, untuk mendukung pembuktian adanya perbuatan melawan hukum dalam kasus ini.

Replanting sawit ini adalah program Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dengan anggaran pengajuan 2019-2020 sebesar Rp 150 miliar.

Setidaknya, ada 29 kelompok tani yang masuk dalam program replanting ini. Setiap kelompok memiliki anggota kurang lebih 100 orang.

Kejati Bengkulu kemudian menemukan adanya penerima yang tidak sesuai peruntukan.

Ada juga pelaksanaan di lapangan yang tidak sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis penerimaan.

Salah satu indikasinya, lanjut Danang, adalah adanya lahan yang di lapangan bukanlah kebun sawit, melainkan dimasukkan dalam program replanting.

Pihak Kejati sendiri sudah menyita Rp 13 miliar dari kasus ini.
 
 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved