Polisi Tangkap 40 Petani di Mukomuko

Penangkapan 40 Petani di Mukomuko Panen Sawit di Tanah Sengketa, Ini Keterangan Polda Bengkulu

Sebanyak 40 orang petani yang terhimpun dalam Perkumpulan Petani Pejuang Bumi Sejahtera (P3BS) Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Istimewa
40 orang petani yang terhimpun dalam Perkumpulan Petani Pejuang Bumi Sejahtera (P3BS) Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu ditangkap polisi. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sebanyak 40 orang petani yang terhimpun dalam Perkumpulan Petani Pejuang Bumi Sejahtera (P3BS) Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu ditangkap.

Para petani ditangkap saat memanen buah kelapa sawit di lahan yang diklaim milik mereka, Kamis (12/4/2022).

Baca juga: Pemalakan Mobil Box di Binduriang Jadi Perhatian, Kapolda Bengkulu Agung Turunkan Tim Khusus

Namun lahan tersebut juga diklaim millik PT Daria Dharma Pratama (DDP), salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit penguasa ribuan hektar tanah.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno memberikan keterangan soal 40 petani yang ditangkap dengan tuduhan mencuri sawit perusahaan di Mukomuko.

"40 orang ini diamankan karena mengadakan panen raya di kebun sawit milik PT Daria Dharma Pratama (DDP) di Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu," kata Kombes Pol Sudarno, Jumat (13/5/2022).

Menurutnya, aksi pencurian ini dilakukan pada Kamis (12/5/2022) sekira pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Remaja di Kepahiang Saat Nonton Kuda Lumping, Dipengaruhi Minuman Tuak

Saat melakukan pencurian Tandan Buah Segar (TBS), aksi petani ini didapati oleh satpam dan personel Polri yang tergabung dalam pengamanan.

Polisi kemudian mengamankan 40 orang tersebut, dan membawanya ke Mapolres Mukomuko untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Pemuda di Rejang Lebong Curi 100 Kg Kopi, Ancam Petugas dengan Senjata Tajam

"Mereka ditangkap saat sedang memanen. Jadi ini murni pencurian yang dilakukan di perusahaan," ujarnya.

Ditambahkan Sudarno, dari pemeriksaan awal, ternyata ada yang mengajak kelompok para petani ini melakukan panen raya di lahan perusahaan.

"Maka kita proses, karena mereka melakukan pencurian," ungkapnya.

Baca juga: Diduga Terlibat Korupsi Dana Pemilu, Mantan Bendahara Bawaslu Kaur Provinsi Bengkulu Ditahan

Sampai saat ini, sambung Sudarno, kepolisian masih memeriksa petani yang ditangkap ini.

"Untuk barang bukti, ada kendaraan roda empat, dan juga buah sawitnya," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved