Polisi Tangkap 40 Petani di Mukomuko

Ini Alasan Polisi Menetapkan 40 Petani di Mukomuko Tersangka Pencurian Sawit

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan penangkapan dan penetapan tersangka 40 orang petani di Mukomuko tak terlepas dari legalitas.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Muhamad Riyan
Romi/TribunBengkulu.com
Kabid Humas Polda Bengkulu Sudarno 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan penangkapan dan penetapan tersangka 40 orang petani di Mukomuko tak terlepas dari legalitas lahan atau kebun yang mereka panen.

Menurut Sudarno, meskipun ada konflik penyelesaian, saat ini yang punya legalitas di lahan tersebut adalah PT Daria Dharma Pratama (DDP).

"Konflik atau tidak, sampai sekarang yang punya legalitas adalah PT DPP," kata Sudarno.

Karena itu, lanjut Sudarno, 40 petani ini ditangkap dan diproses murni karena pencurian Tandan Buah Sawit (TBS).

"Saat mereka memanen, itulah mereka ditangkap. Jadi ini murni pencurian yang dilakukan di perusahaan," ujarSudarno.

Sementara, kuasa hukum para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pejuang Bumi Sejahtera (PPPBS) ini, Akar Law Office dalam rilis pers mengatakan, para petani ini hanya memanen di kebun milik masyarakat, yang dalam penyelesaian konflik dengan PT DPP.

Sebelumnya, 40 petani di Mukomuko yang sebelumnya ditangkap akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan penetapan tersangka kepada para petani ini dilakukan pada Jumat (13/5/2022) kemarin.

Dari 40 petani ini, ada dua kategori penetapan tersangka, yaitu pencurian dan penghasutan.

Ada 3 orang petani yang ditetapkan sebagai tersangka penghasutan, yakni BI (52 tahun), LN (28 tahun), dan ZI (51 tahun).

Ketiga tersangka ini dijerat dengan pasal 363 KUHP ayat 1 ke 4.

Kemudian, ada 37 petani lainnya yang ditetapkan tersangka pencurian, dengan inisial YD (43 tahun), HN (45 tahun), SN (49 tahun), MS (52 tahun), DW (28 tahun), ES (39 tahun), AD (46 tahun), AA (40 tahun), AJ (46 tahun), PS (28 tahun), HH (41 tahun), GN (22 tahun), CI (36 tahun), IS (42 tahun), RH (33 tahun), MA (33 tahun), SN (40 tahun), AZ (35 tahun), IL (45 tahun), HM (25 tahun), AI (42 tahun), AT (29 tahun), AD (24 tahun), SI (26 tahun), HSJ (27 tahun), HE (26 tahun), IS (30 tahun), HN (46 tahun), IR (53 tahun), MK (45 tahun), WU (25 tahun), ES (37 tahun), SN (32 tahun), HO (35 tahun), AI (31 tahun), dan HH (27 tahun), serta RI (50 tahun).

Kronologi peristiwa pencurian ini, lanjut Sudarno, dimulai dengan tersangka LN yang mengajak para petani untuk melakukan pemanenan atau pencurian TBS kelapa sawit milik PT Daria Dharma Pratama (DDP) areal divisi 7 lahan eks HGU di Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, pada Kamis (12/5/2022) pukul 08.00 WIB.

Kemudian, setelah semua tersangka berkumpul, mereka menggunakan 13 kendaraan roda empat jenis pick up mendatangi lokasi dan melakukan pencurian.

Aksi para pelaku kemudian didapati oleh satpam dan personel Polri yang tergabung dalam pengamanan.

Polisi kemudian mengamankan 40 orang tersebut, dan membawanya ke Mapolres Mukomuko untuk pemeriksaan, hingga ditetapkan sebagai tersangka.

"Semua pelaku dalam kondisi sehat dan tidak ada yang terluka, serta tersangka diperlakukan dengan baik," ujar Sudarno.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved