Terbukti Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Batu Layang Divonis 2 Tahun 3 Bulan Penjara

Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Bengkulu pada hari ini memvonis terdakwa Iskandar Zulkarnaen dengan hukuman penjara 2 tahun 3 bulan.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
HO/TribunBengkulu.com
Sidang putusan terdakwa korupsi Dana Desa Batu Layang Iskandar Zulkarnaen. Majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara 2 tahun 3 bulan kepada terdakwa, Selasa (17/5/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Bengkulu pada hari ini memvonis terdakwa Iskandar Zulkarnaen dengan hukuman penjara 2 tahun 3 bulan, Selasa (17/5/2022).

Iskandar Zulkarnaen sendiri merupakan mantan Kepala Desa Batu Layang, Kecamatan Hulu Palik, Bengkulu Utara

Dalam sidang pembacaan putusan oleh majelis hakim yang diketuai Fitrijal Yanto, terdakwa terbukti sah melanggar  Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah  dengan UU 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor.

Majelis hakim kemudian menjatuhi hukuman pidana selama 2 tahun 3 bulan penjara denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Ditambah membayar uang pengganti sebesar Rp 284 juta lebih atau jika tidak dibayar diganti dengan hukuman pidana selama 1 tahun 2 bulan penjara.

Kasi Intel Kejari Bengkulu Utara, Deni Agustian mengatakan terdakwa Iskandar Zulkarnaen dijatuhi hukuman tersebut terkait dugaan korupsi dana Desa Batu Layang tahun 2019.

"Dan pihak terdakwa masih menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim tersebut," kata Deni kepada TribunBengkulu.com.

Kasus ini sendiri berawal dari adanya Dana Desa Batu Layang pada tahun 2019 sebesar Rp 734 juta yang di peruntukan kedalam bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Namun, dana tersebut terbukti tidak sepenuhnya dilakukan dengan baik oleh Iskandar Zulkarnaen selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). 

Dalam proses persidangan, dari Rp 734 juta tersebut, sebesar Rp 284 juta secara nyata di pergunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved