Kasus Narkoba

Mahasiswa Asal Deliserdang Gadai Motor Teman Untuk Modal Jualan Ekstasi

Seorang mahasiswa asal Deliserdang Basri Alamsyah alias Basri nekat menggadaikan motor teman yang baru dikenalnya untuk modal jualan ekstasi.

Editor: Hendrik Budiman
Unsplash - Halacious @halacious
FOTO: Ilustrasi Pil Ekstasi 

TRIBUNBENGKULU.COM - Seorang mahasiswa asal Deliserdang Basri Alamsyah alias Basri nekat menggadaikan motor teman yang baru dikenalnya untuk modal jualan ekstasi.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (18/5/2022), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Evi Hariani menuturkan perkara ini bermula, pada Selasa (29/3/2022) sekira pukul 20.00 WIB.

Sidang dakwaan kepemilikan narkotika jenis pil ekstasi dengan terdakwa Basri Alamsyah alias Basri Mahasiswa asal Deli Serdang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (18/5/2022)
Sidang dakwaan kepemilikan narkotika jenis pil ekstasi dengan terdakwa Basri Alamsyah alias Basri Mahasiswa asal Deli Serdang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (18/5/2022) (TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN)

Saat itu terdakwa dihubungi oleh seseorang dan memesan 20 butir narkotika jenis pil extasi merk qp warna pink dengan kesepakatan harga sebesar Rp 200 ribu perbutirnya.

Baca juga: HGU di Malin Deman Mukomuko Milik Siapa? Ini Penjelasan Gubernur Bengkulu

Terdakwa lantas sepakat bertemu dan melakukan transaksi di areal parkiran Hotel Grand Central tepatnya di Jalan Sei Belutu Kecamatan Medan Baru.

"Selanjutnya, terdakwa menghubungi Aditya Krisna dan memberitahukan ada seorang pembeli Pil Extasi sebanyak 20 butir dengan harga Rp 200 ribu perbutirnya," kata jaksa.

Lalu sekira pukul 21.00 WIB, terdakwa bertemu dengan Aditya Krisna di sekitar Jalan Nibung Raya Medan Petisah.

Setelah terdakwa bertemu dengan Aditya, kemudian Aditya mengenalkan terdakwa kepada terdakwa lainnya yang masih dibawah umur berinisial MY alias U.

Baca juga: Pemuda Asal Sumatera Barat Tipu Juragan Jengkol Lampung Rp 150 Juta

Selanjutnya, terdakwa bersama MY serta Aditya sepakat apabila pil ekstasi tersebut berhasil dijual, keuntungan akan dibagi rata.

Karena terdakwa, MY dan Aditya tidak memiliki uang untuk membeli Pil Extasi tersebut, maka sepakat menyerahkan 1 sepeda motor milik Aditya sebagai jaminan, dan akan ditebus setelah ekstasi terjual.

"Lalu terdakwa dan MY berangkat menuju Jalan S. Parman Lorong Famili Kecamatan Medan Baru, dengan menggunakan dua unit sepeda motor," urai jaksa.

Baca juga: Ekonom Ternama di Indonesia Lin Che Wei Ditetapkan Tersangka Baru Kasus Mafia Minyak Goreng

Setibanya terdakwa bersama MY di Jalan S Parman Lorong Famili, lalu Usup masuk ke dalam Gang Famili dan membeli 20 butir pil ekstasi seharga Rp 160 ribu, dari Reza Zulfi (dalam lidik) dan meninggalkan 1 unit sepeda motor Honda Beat sebagai jaminan.

"Tak lama kemudian MY keluar dengan berjalan kaki, dan mengajak terdakwa untuk segera menuju ke Hotel Grand Central yang berada di Jalan Sei Belutu, dengan menggunakan sepeda motor milik terdakwa," beber jaksa.

Selanjutnya, sekira pukul 23.30 WIB terdakwa bersama Usup tiba di areal parkiran Hotel Grand Central, lalu menghubungi pemesan Pil Extasi tersebut.

Baca juga: Gadis 17 Tahun di Bima Tewas Tersengat Listrik Saat Hendak Mandi

Sesaat kemudian anggota Polisi dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut yang menyamar sebagai pembeli mendatangi kedua terdakwa.

"Saat itu juga MY langsung menyerahkan 1 buah kotak rokok merk Sampoerna, berisikan 1 bungkus plastik klip transparan yang diduga berisi 20 butir Narkotika jenis pil ekstasi warna pink merk qp kepada saksi Reza Multi Fahrozi," ujar jaksa.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved