Polisi Tangkap 40 Petani Mukomuko

Penangkapan 40 Petani Mukomuko, Kapolres: Perkara Kasus Pencurian, Bukan Konflik Agraria

Kapolres Mukomuko, AKBP Witdiardi, S.IK, MH mengatakan perkara penangkapan 40 petani di Mukomuko yang ditangani pihaknya adalah perkara pencurian.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Ho/TribunBengkulu.com
Tangkapan layar dari video klarifikasi Polres Mukomuko. Kapolres Mukomuko AKBP Witdiardi saat memberikan keterangan resmi prihal penangkapan 40 petani sawit di Mukomuko. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kapolres Mukomuko, AKBP Witdiardi, S.IK, MH mengatakan perkara penangkapan 40 petani di Mukomuko yang ditangani pihaknya adalah perkara pencurian.

Ia menegaskan, perkara yang ditangani kepolisian ini bukanlah terkait konflik agragria tentang sengketa lahan Hak Guna Usaha (HGU).

"Namun, murni pencurian," kata Witdiardi dalam video klarifikasi Polres Mukomuko yang diterima TribunBengkulu.com, Kamis (19/5/2022).

Ditambahkan Witdiardi, 40 petani ini dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 4 tentang pencurian. Beberapa orang juga ditambahkan pasal 160 KUHP.

Kapolres menerangkan, saat pemeriksaan terhadap 40 petani ini, mereka mengakui jika mereka tidak memiliki hak atas tanah tersebut.

"Mereka juga tidak yang menanam tanaman sawit tersebut. Dan mereka juga tidak merawat," ujar kapolres.

Dalam melakukan aksi pencurian ini, lanjut Witdiardi, petani tersebut melakukannya secara bersama-sama lebih dari dua orang, atas ajakan beberapa orang.

"Makanya kembali kami tegaskan, perkara yang kami tangani terhadap 40 orang ini bukan konflik agraria," ungkap kapolres.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang. "Mari bersama saling mempercayai bahwa kita melaksanakan ini dengan baik. Mohon dukung supaya penegakan hukum ini berjalan profesional, prosedural," imbuh kapolres.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved