Info Haji

Rukun Haji Ini Jangan Sampai Terlewatkan, Karena Wajib Dilakukan Supaya Ibadah Haji Sah

Berikut adalah Rukun Ibadah Haji Yang Wajib di Lakukan Supaya Ibadah Haji Kita SAH!, simak penjelasannya berikut ini.

Penulis: Irlandika Kusuma. S | Editor: M Arif Hidayat
expatliving.sg
Rukun Haji Yang Wajib di Lakukan Supaya Ibadah Haji Kita SAH! 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sebagai rukun Islam yang kelima, haji adalah bentuk kegiatan iabadah yang memiliki banyak pedoman yang harus dipatuhi agar pelaksanaannya sah. Standar ini dipisahkan menjadi beberapa hal, termasuk keadaan, wajib, dan andalan haji. Karena itu, haji adalah cinta yang tidak boleh dilakukan sembarangan.

Karena tidak boleh inkonsisten, haji harus diselesaikan oleh umat Islam yang benar-benar dan benar-benar kompeten. Setiap muslim yang hendak menempuh perjalanan hendaknya mengetahui dengan hati-hati pokok-pokok perjalanan tersebut agar pelaksanaannya dapat diketahui oleh Allah SWT.

Tribuners perlu menyadari bahwa rukun haji merupakan syarat wajib yang harus dilakukan oleh setiap yang melaksanakan haji. Jika tribuners tidak menjalankan rukun ibadah haji, maka cintanya dianggap batal. Oleh karena itu, umumnya para jamaah haji harus melakukan persiapan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Pengaturan ini biasanya diperoleh saat melakukan manasik haji, yaitu peragaan khusus pelaksanaan haji sesuai dengan rukun haji. Dalam manasik haji, para jamah yang akan datang akan dipersiapkan tentang metode untuk melakukan haji sesuai dengan keadaan, kebutuhan, dan rukun haji. 

Lalu apa saja rukun haji saat kita melaksanakan ibadah haji, berikut penjelasnya:

1.Ihram

Ihram yang menjadi rukun haji dibedakan menjadi ihram laki-laki dan ihram perempuan. Pakaian ihram laki-laki terdiri dari dua bahan lebar yang dikenakan dengan cara diikat di pangkal dan dililitkan di badan. Sedangkan bagi wanita cukup memakai pakaian yang bersih dan tidak boleh menutup wajah dan telapak tangan.

عَنْ أمِيرِ المُؤْمِنِينَ أبي حَفْصِ ” عُمَرَ بْنِ الخَطَاب ” رَضيَ الله عَنْهُ قَال: سَمِعت رسُولَ الله صَلّى اللّه عَلَيْهِ وَسَلَّم يَقُول: “إنَّمَا الأعْمَالُ بَالْنيَاتِ، وَإنَّمَا لِكل امرئ مَا نَوَى، فمَنْ كَانَتْ هِجْرَتهُ إلَى اللّه وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتهُ إلَى اللّه وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرتُهُ لِدُنيا يُصيبُهَا، أو امْرَأة يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُه إلَى مَا هَاجَرَ إليهِ “.

Umar bin Al-Khattab menuturkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu tergantung dengan niatnya. Setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah, dan Rasul-Nya, pahalanya adalah hijrah karena Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang hendak dinikahinya maka amal pahalanya sesuai dengan niatnya.” (HR. Bukhari no 1 dan Muslim no 1907)

2. Wukuf di Arafah

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved