Polisi Tangkap 40 Petani Mukomuko

Akar Law Office: 40 Petani Mukomuko Sudah Bebas, tapi Konflik Agrarianya Belum Selesai

Direktur Akar Law Office, Zelig Ilham Hamka mengatakan konflik agraria di Mukomuko belum selesai.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Direktur Akar Law Office, Zelig Ilham Hamka mengatakan konflik agraria di Mukomuko belum selesai. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Direktur Akar Law Office, Zelig Ilham Hamka mengatakan konflik agraria di Mukomuko belum selesai.

Menurut Zelig yang merupakan salah satu kuasa hukum dari 40 petani di Mukomuko ini, 40 petani tersebut memang sudah dibebaskan.

Namun, menurut dia, akar permasalahan belum selesai, yakni konflik agraria penguasaan lahan tersebut.

"Problem problem agraria-nya belum terselesaikan. Konflik agraria seperti ketimpangan penguasaan lahan, penghisapan sumber daya alam dan manusia, hingga livelihood petani harus diselesaikan dengan paradigma yang radikal melalui kebijakan Landreform/Reforma Agraria yang tercantum dalam Undang-undang Pokok Agraria (UUPA)," kata Zelig kepada TribunBengkulu.com, Kamis (26/5/2022).

Menurut Zelig, penangkapan dan tuduhan pidana kepada 40 petani ini jangan sampai mengaburkan persoalan sebenarnya, yakni konflik agraria.

"Bagian terpentingnya adalah terkait proses penyelesaian konflik agraria di dalamnya," ujar Zelig.

Ditambahkan Zelig, konflik agraria di Mukomuko harus diselesaikan secara objektif. Dia menilai hal tersebut adalah suatu keharusan mutlak bagi negara untuk mencapai keadilan agraria bagi petani kecil dan buruh tani.

"Tantangannya saat ini adalah, bagaimana kemudian hak-hak masyarakat atas tanah dan 
penghidupan dapat terus disuarakan dengan lantang," ungkap Zelig.

Sebelumnya, 40 petani di Mukomuko yang sebelumnya ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh Polres Mukomuko akhirnya dibebaskan, Senin (23/5/2022) malam.

40 petani ini sebelumnya ditangkap atas tuduhan melakukan pencurian TBS sawit di lahan HGU milik PT Daria Dharma Pratama (DDP) areal divisi 7 lahan eks HGU di Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Kemudian, Polres Mukomuko melakukan perdamaian dengan cara restorative justice (RJ), sehingga 40 petani ini akhirnya bisa dibebaskan.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved