Kasus Covid-19 Terus Melandai, Dinkes Yakin Status Pandemi Segera Berubah Jadi Endemi

Sudah sejak satu Minggu terakhir kasus Covid-19 di Provinsi Bengkulu terus menunjukkan tren yang  baik.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta/TribunBengkulu.com
Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sudah sejak satu Minggu terakhir kasus Covid-19 di Provinsi Bengkulu terus menunjukkan tren yang  baik.

Dari data kasus Covid-19 yang setiap hari di update oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, terlihat sudah sejak 1 Minggu terakhir rata-rata tidak ada tambahan kasus atau 0 kasus.

"Kasus harian Covid-19 kita sampai saat ini hampir setiap hari itu 0 kasus. Kalaupun ada jumlahnya hanya beberapa orang saja, itupun dari masyarakat kita yang melakukan pengecekan secara mandiri," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.

Menurutnya jika kasus terus melandai seperti saat ini maka dirinya yakin status Pendemi Covid-19 akan segera dicabut. Selanjutnya akan berubah status menjadi Endemi, seperti yang sudah lama diharapkan oleh masyarakat.

"Kita berharap sampai dengan 1 bulan sesudah Lebaran Hari Raya Idul Fitri ini, kasus akan terus menunjukkan tren positif seperti sekarang ini. Jika terus melandai, maka insyaAllah seperti yang sama-sama kita harapkan akan terjadi," beber Herwan.

Herwan juga yakin pemerintah pusat juga saat ini tengah mempersiapkan untuk penetapan perubahan status dari pandemi menjadi endemi.

Namun tentunya dengan catatan indikator-indikator seperti saat ini terus bertahan hingga beberapa waktu kedepan.

"Tanda tandanya juga sudah mulai tampak, misalnya seperti saat ini Presiden sudah membolehkan diluar gedung tidak memakai masker lagi," ujar Herwan.

Sementara itu dari update data terakhir Dinkes Provinsi Bengkulu tercatat sejak munculnya Covid-19 tahun 2020 lalu hingga saat ini sudah ada sebanyak 29.116 kasus Covid-19 di Provinsi Bengkulu. Namun dari jumlah tersebut sudah 98,44 persen atau 28.663 orang yang dinyatakan sembuh.

"Sementara itu untuk jumlah spesimen yang diperiksa sampai dengan saat ini sudah mencapai 224.547 spesimen," kata Herwan.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved