199 Warga Bengkulu Terjangkit Virus HIV/AIDS, Terbanyak di Kota Bengkulu

Terhitung sejak tahun 2021 sampai dengan bulan April tahun 2022 ini sebanyak 199 warga di Provinsi Bengkulu dinyatakan terjangkit virus HIV/AIDS.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/Tribunbengkulu.com
Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Provinsi Bengkulu, Meli Puspasari, saat diwawancarai Jumat (27/5/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Terhitung sejak tahun 2021 sampai dengan bulan April tahun 2022 ini sebanyak 199 warga di Provinsi Bengkulu dinyatakan terjangkit virus HIV/AIDS.

Ini sebagaimana diungkapkan Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Meli Puspasari, Jumat (27/5/2022).

Dari pemeriksaan di tahun 2021 lalu, ada sebanyak 146 orang yang dinyatakan terjangkit HIV/AIDS.

Jumlah tersebut didapatkan dari jumlah pemeriksaan 18.909 orang yang diduga terjangkit HIV-AIDS.

"Sedangkan khusus di tahun 2022, hingga bulan April kemarin kita mencatat ada sebanyak 53 orang yang terjangkit virus HIV/AIDS di Provinsi Bengkulu," ungkap Meli.

Meli mengatakan, dari pemeriksaan tahun 2021 ditemukan jumlah kasus HIV/AIDS yang paling banyak berada di Kota Bengkulu, dengan jumlah 108 kasus.

Kemudian untuk Kabupaten lainnya ada di Kabupaten Lebong yakni 17 kasus, Bengkulu Selatan ada 15 kasus, Bengkulu Utara ada 3 kasus dan Seluma ada 3 kasus.

Sementara untuk jumlah kasus dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2021 yang sudah divalidasi jumlahnya mencapai 1.159 orang yang dinyatakan terjangkit virus HIV/AIDS.

Dengan jumlah yang menggunakan obat ARV untuk menekan  virus HIV/AIDS hanya sebanyak 390 orang

"Jadi mereka itu terkadang kita temukan, namun karena mereka menolak dikatakan HIV/AIDS jadi tidak datang lagi ke kami untuk kita berikan pengobatan," ujar Meli.

Padahal obat ARV yang disediakan khusus untuk menekan virus HIV/AIDS ini sendiri diakui Meli tidak dikenakan biaya sama sekali.

Selain itu jumlah stok obat untuk menekan virus HIV/AID ini juga banyak tersedia di Dinkes Provinsi Bengkulu.

"Obatnya sudah disubsidi oleh pemerintah, sehingga tinggal yang bersangkutan lagi mau memakan obat atau tidak," kata Meli

Selain dari pihak Dinkes Provinsi Bengkulu, Meli juga mengatakan ada juga pendampingan yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang khusus dibiayai untuk mendampingi orang yang terjangkit HIV/AIDS ini.

"Jadi para LSM ini juga mendampingi para pasien yang terjangkit HIV/AIDS untuk minum obat," ujar Meli. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved