info haji

Macam-macam Ibadah Haji Serta Tata Cara Pelaksanaannya, Umat Islam Masih Banyak Belum Tahu

Berikut adalah penjelasan Jenis-jenis Haji Yang Belum Banyak di Ketahui, Simak Penjelasannya Berikut.

Penulis: Irlandika Kusuma. S | Editor: M Arif Hidayat

1. Haji Qiran

Kata qirān bermakna berteman atau berbarengan. Jenis Haji ini berarti melakukan haji dan umrah secara berbarengan dengan sekali niat untuk dua pekerjaan, tapi diwajibkan membayar dam. Bayar dam ialah amalan ibadah yang harus dilaksanakan oleh orang yang lakukan ibadah haji atau umrah karena akibat-akibat tertentu, baik sebagai resiko dari satu peraturan tata cara melaksanakan ibadah haji yang dipilih oleh jemaah (tamattu' dan qirān) atau karena suatu pelanggaran yang dilakukan karena meninggalkan suatu hal yang diperintahkan atau malah melakukan suatu hal yang diharamkan dalam ibadah haji dan umrah.

Haji qirān bisa dipilih jika karena suatu hal, seorang jamaah tidak bisa mengerjakan umrah, baik saat sebelum atau setelah haji, termasuk jamaah haji yang periode tinggalnya di Makkah sangatlah terbatas.

Haji qiran berarti mengerjakan haji dan umrah secara bersamaan dan ketika membaca talbiyah mengucapkan: labaika bi haj wa umrah (aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan haji dan umrah), dan ini mengharuskan pelakunya untuk tetap dalam keadaan ihram hingga selesai mengerjakan umrah dan haji sekaligus.

Haji qiran ini terbagi ke dalam dua jenis:

1. Berihram dengan niat umrah dan haji sekaligus dari miqat dengan mengucapkan ‘labbaika umratan wa hajjan’.

2. Berihram dengan niat umrah terlebih dahulu kemudian memasukkan niat haji ke dalam niat umrah sebelum melakukan thawaf umrah.

Ada bentuk lain dari haji qiran yang menjadi perselisihan para ulama, yaitu berihram dengan niat hanya akan melakukan haji saja, lalu mengerjakan umrah sebelum melakukan apapun dari rangkaian kegiatan haji, seperti thawaf dan sa’i.

Orang yang melakukan haji qiran harus tetap dalam keadaan ihram, dan apabila telah tiba di Makkah, dia melakukan thawaf qudum lalu melakukan sa’i untuk haji dan umrah. Setelah itu tetap dalam keadaan ihram hingga tiba saat bertahallul pada hari Idul Adha. Dia wajib membayar hadyu (menyembelih seekor domba) sebagaimana dalam haji tamattu’.

Halaman
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved