Jalan Dirusak Perusahaan Tambang, Kajati Bengkulu: Penggantian Jangan Sampai Merugikan Negara

Kajati Bengkulu, Heri Jerman mengatakan proses penggantian jalan provinsi di Desa Gunung Payung, Bengkulu Utara jangan sampai merugikan negara.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/Tribunnews.com
Kajati Bengkulu Heri Jerman. Kajati mengingatkan penggantian jalan provinsi yang dirusak perusahaan tambang jangan sampai merugikan negara. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Heri Jerman mengingatkan proses penggantian jalan provinsi di Desa Gunung Payung, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara jangan sampai merugikan negara.

Heri mengatakan dirinya sudah memerintahkan tim dari Kejati untuk turun dan memeriksa kondisi jalan tersebut.

Jalan yang rusak tersebut, kata dia, kini sudah dalam proses perizinan AMDAL dan perizinan lain untuk pembangunan kembali.

"Sehingga jalan yang akan dibangun PT Injatama bisa memenuhi syarat sebagai jalan provinsi," kata Heri kepada TribunBengkulu.com, Senin (30/5/2022).

Heri juga mewanti-wanti agar jalan yang dibangun kembali oleh pihak perusahaan harus memiliki nilai lebih dari jalan yang sudah dirusak.

Menurut Heri, saat ini pihaknya tengah menunggu proses perizinan dan pembangunan kembali jalan tersebut oleh pihak perusahaan.

"Jangan sampai negara dirugikan. Kalau negara dirugikan, saya akan bertindak," ujar dia.

Sebelumnya, jalan provinsi sepanjang 3 kilometer di Desa Gunung Payung, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, rusak akibat aktivitas pengerukan perusahaan tambang.

Pihak perusahaan mengeruk di pinggiran jalan ini karena memiliki kandungan batu bara. Sehingga jalan menjadi ambruk dan rusak.

Setelah kasus ini mendapatkan perhatian masyarakat hingga Kajati Bengkulu, pihak perusahaan bersedia mengganti dan membangun kembali jalan tersebut, dan kini tengah dalam proses.
 
 
 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved