CPNS Mundurkan Diri

Dokter Gigi dan Psikolog di Solo Mundur dari CPNS Karena Gaji PNS Kecil

Kepala BKPSDM Solo, Dwi Ariyatno mengatakan, kedua CPNS tersebut mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos seleksi dengan alasan gaji kecil.

Editor: Hendrik Budiman
bknofficial.go.id
Ilustrasi - Seleksi CPNS 

TRIBUNBENGKULU.COM - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Solo, Jawa Tengah, mencatat ada dua calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang memutuskan mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos seleksi penerimaan tahun 2021.

Keduanya merupakan seorang dokter gigi dan psikolog mundur dari CPNS, karena khawatir biaya kuliah tak bisa kembali.

Baca juga: Daftar Sekolah Kedinasan Terbaik, Tanpa Biaya Lulus Jadi CPNS

Kepala BKPSDM Solo, Dwi Ariyatno mengatakan, kedua CPNS tersebut mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos seleksi dengan alasan gaji kecil.

"Kalau ditanya kemarin prinsipnya tidak sesuai dengan ekspektasinya, mungkin (gaji). Karena posisinya bukan pas sejak pengangkatan. Dia mengundurkan diri pasca pengumuman, sebelum pengangkatan," kata Dwi dikutip dari Kompas.com, Rabu (1/6/2022).

Baca juga: Oknum PNS Pemukul Istri yang Diamankan Polres Bengkulu, Ternyata ASN Pemprov Bengkulu

Menurut Dwi, dua CPNS yang mengundurkan diri itu tidak dikenakan sanksi karena mereka mundur sebelum pengangkatan.

"Kemarin yang dikatakan BKN kalau ada CPNS yang sudah mendapat SK pengangkatan mundur itu kena sanksi. Tapi kalau sejak diumumkan sebelum pengangkatan masih pemberkasan mundur tidak kena saksi. Saya bisa mengajukan pengganti," beber dia.

Baca juga: Lowongan Kerja Tamatan SMA di PT. Indofood Indonesia, Banyak Posisi yang Sangat Menjanjikan

Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan ini mengungkapkan, tahun 2021 Pemkot Solo menerima 120 CPNS. Dengan mundurnya dua CPNS dari formasi penerimaan, maka tinggal 118 orang.

Dwi menyampaikan, dua CPNS yang mengundurkan diri tersebut berasal dari tenaga kesehatan.

Baca juga: 6 Aplikasi Penghasil Uang Hanya Nonton Iklan dapat Uang, Sudah Banyak yang Membuktikannya

"Kemarin itu yang mundur dokter gigi sama psikolog klinis," ungkap Dwi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved