Astaga! Istri Hamil Tua, Suami di Lebong Ini Malah Cabuli Siswi SMP di Tempat Pemakaman Umum

Entah setan apa yang merasuki YG (19), warga Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. 

Panji/Tribunbengkulu.com
Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur YG (18) saat diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Lebong, pada Rabu (25/5/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Entah setan apa yang merasuki YG (19), warga Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. 

Meski telah memiliki istri dan sedang hamil tua, YG tak mampu menahan nafsu bejatnya yang tega mencabuli seorang siswi yang masih duduk di bangku SMP yang dia kenal di media sosial Facebook.

Kini, YG terpaksa menginap di hotel prodeo, sel tahanan Polres Lebong menyesali perbuatannya itu.

Kapolres Lebong, AKBP Awilzan dalam konferensi persnya, Kamis (2/6/2022) mengatakan, tersangka diamankan di kediamannya oleh Tim Opsnal Satreskrim Polres Lebong


"Sekitar pukul 23.30 WIB, pelaku dijemput oleh tim kita setelah menerima laporan pada Rabu (25/5/2022) lalu," tegas kapolres.


Dikatakan kapolres, saat diamankan tersangka ini sudah memiliki istri yang sedang hamil 7 bulan.

Perbuatan bejat tersangka kepada korban terjadi pada Jum'at (6/5/2022) lalu. Tersangka dan korban saling mengenal dari media sosial Facebook. 

"Pelaku saat itu berada di rumah ibu kandungnya, lalu pelaku mengajak korban untuk bertemu, setelah bertemu korban diajak pelaku ke kawasan Tempat Pemakaman umum," beber kapolres.


Nah, sesampainya disana keduanya duduk di atas kursi, lalu korban dirayu oleh tersangka untuk melakukan hubungan intim. 

"Korban sempat menolak ajakan pelaku, namun pelaku memaksa korban, dan kemudian mendorong korban, pelaku langsung menarik celana korban hingga terjadi tindakkan pencabulan tersebut," imbuh kapolres.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Jo. Pasal 76D Undang-undang Nomor 1 tahun 2016. tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak sebagaimana diubah menjadi Undang-undang Nomor 35 tahun 2014.


Ancaman kurungan pidana 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 Milyar, dari tangan pelaku polisi menyita 1 lembar baju kemeja panjang motif kotak kombinasi putih, abu-abu dan biru dongker.


Kemudian, 1 lembar celana jeans warna biru motif love, 1 lembar celana dalam warna cream, dan 1 lembar pakaian dalam warna ungu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved