FAKTA Baru di Sidang Dugaan Korupsi Dana BOS Seluma, Terungkap Uang Transportasi Rp 8 Juta

Fakta baru terkuak dalam sidang lanjutan dugaan kasus korupsi dana BOS Afirmasi nonfisik di Dinas Pendidikan (Disdik) Seluma, Kamis (2/6/2022).

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/Tribunnews.com
Sidang lanjutan dugaan kasus korupsi dana BOS Afirmasi nonfisik di Dinas Pendidikan (Disdik) Seluma di PN Bengkulu, Kamis (2/6/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Fakta baru terkuak dalam sidang lanjutan dugaan kasus korupsi dana BOS Afirmasi nonfisik di Dinas Pendidikan (Disdik) Seluma di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Kamis (2/6/2022).

Terdakwa dalam kasus ini ada dua orang, yakni mantan Kadisdik Seluma, EH, dan pihak ketiga, FYA.

Dalam sidang ini, diketahui bahwa saksi yang merupakan pejabat di Disdik Seluma, yakni Kasi Kurikulum SD, ZM, menerima uang transportasi sebesar Rp 8 juta.

Kuasa hukum terdakwa EH, Sopian Siregar mengatakan pihaknya meminta jaksa juga mengejar uang transportasi tersebut.

"Karena tidak adil kalau uang itu dipakai orang lain, yang mengembalikan klien saya," kata Sopian kepada TribunBengkulu.com.

JPU Kejati Bengkulu, Dewi Kemalasari mengatakan, dua item dalam kasus ini, yakni pengadaan laptop dan seperangkat alat cuci tangan, memang dikondisikan oleh terdakwa EH.

"Mereka (saksi) tinggal menerima perintah kadis. Mereka dapat laptop di rumah kadis, untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah. Saksi juga dapat uang transportasi sebesar Rp 8 juta," kata Dewi.

Menurut Dewi, dalam kasus ini, tim JPU fokus dalam dua item pengadaan yang diduga merugikan negara, yakni pengadaan laptop dan tempat cuci tangan.

"Laptop itu dibayar kepala sekolah Rp 13 juta. Sedangkan harga sebenarnya di toko komputer hanya Rp 8,5 juta, walau belum masuk pajak," ujar Ahlal.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved