Info Haji

Thawaf Ifadhah Rukun Haji Yang Tak Boleh Terlewatkan, Ketahui Syarat, Waktu dan Caranya

Berikut adalah penjelasan mengenai Thawaf Ifadhah Rukun Haji Yang Boleh Terlewatkan, Simak Cara Pelaksanaan dan Waktu nya, simak penjelasannya berikut

Penulis: Irlandika Kusuma. S | Editor: M Arif Hidayat

4. Akhir Waktu Thawaf Ifadhah

Adapun waktu akhir thawaf ifadhah tidak dibatasi. Namun melakukan thawaf ifadhah di hari Nahr (tanggal 10 Dzulhijjah) lebih afdhol karena mengingat perkataan Ibnu ‘Umar,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan thawaf ifadhah pada hari Nahr.” (Muttafaqun ‘alaih).

Sedangkan jika menurut Imam Abu Hanifah rahimahullah, jika pelaksanaan thawaf ifadhah dikahiri dari hari tasyriq (artinya: dikerjakan setelah hari tasyriq), maka thawaf tersebut tetap dilaksanakan dengan ditambah adanya kewajiban damm. Namun murid-murid Abu Hanifah menyelisihi pendapat beliau.

Jika seseorang melakukan thawaf ifadhah setelah hari Idul Adha dan hari tasyrik atau bahkan setelah Dzulhijjah, maka selama itu ia masih dalam keadaan muhrim (berihram), tidak boleh ia menyetubuhi istrinya.

Thawaf ifadhah adalah rukun dan tidak bisa tergantikan, jadi tidak bisa tidak, mesti dijalani.

Halaman
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved