Kasus Pencabulan Siswi SMP di Lebong, PUPA Bengkulu : Istri Pelaku yang Hamil Tua Juga Korban

Yayasan PUPA (Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak) Bengkulu, angkat bicara soal kasus Rudapaksa Siswi SMP Di TPU Oleh Suami Di Lebong

Panji/Tribunbengkulu.com
Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur YG (18) saat diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Lebong, pada Rabu (25/5/2022) lalu 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Yayasan PUPA (Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak) Bengkulu, angkat bicara soal kasus Rudapaksa Siswi SMP Di TPU Oleh Suami di Lebong, Saat Istri Hamil Tua. 


Sebelumnya, YG (19) warga Lebong Tengah ini merudapaksa seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat istri pelaku sedang hamil tua atau usia kandungan 7 bulan.

"Pelaku yang berusia 19 tahun ini harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku, lantaran sudah melakukan tindakan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur," kata Direktur Yayasan PUPA Bengkulu, Susi Handayani saat dihubungi TribunBengkulu.com, pada Sabtu (4/6/2022) 

Lanjut Susi, dari kejadian ini yang dilihatnya istri pelaku saat kejadian masih mengandung 7 bulan. 


"Bukan hanya anak di bawah umur menjadi korban, namun istri pelaku juga menjadi korban dengan adanya kejadian ini atau menjadi korban KDRT, lantaran malu, sakit hati dan segala dampak dari perbuatan tersebut," ujar Susi Handayani


Polisi Lakukan Pendampingan Korban


Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebong, usai menetapkan YG (19) warga Lebong Tengah, sebagai tersangka. 

Melakukan pendampingan terhadap korban rudapaksa yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). 

Hal ini dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Alexander, untuk korban saat ini masih dilakukan pendampingan oleh pihaknya. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved