Kakak Bunuh Adik Kandung

Seorang Kakak di Dairi Sumut Bunuh Adik Kandungnya yang Sedang Mabuk Bawa Parang

Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Rismanto J Purba mengatakan, kejadian bermula saat korban yang kala itu sedang dalam kondisi mabuk membawa parang

Editor: Hendrik Budiman
Istimewa
Ilustrasi jenazah. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Seorang kakak berinisial MP (56) warga Desa Bangun Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara ditangkap polisi karena membunuh adik kandungnya sendiri, Kamis (9/6/2022).

Korban, RP (37) tewas setelah lengannya ditebas menggunakan parang.

Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Rismanto J Purba mengatakan, kejadian bermula saat korban yang kala itu sedang dalam kondisi mabuk membawa parang hendak menghabisi nyawa seseorang.

"Berdasarkan informasi awal yang diterima peristiwa tersebut diawali pada saat korban datang ke rumah tersangka sambil memegang sebilah parang yang ujungnya tajam dalam keadaan mabuk, kemudian korban berkata kepada tersangka 'harus membunuhnya aku malam ini,'" ujar Rismanto.

Baca juga: Pelajar Pelaku Pembacokan di Bengkulu Selatan Serahkan Diri, 4 Hari Sembunyi di Pondok Kebun

Mendengar ucapan korban, tersangka kemudian menghalau korban agar tidak melakukan perbuatannya tersebut.

Alhasil, antara kedua kakak beradik tersebut sempat terjadi perdebatan sehingga tersangka mengambil parang dari tangan korban.

Baca juga: Bocah SD di Tanggerang Jadi Korban Jambret, Korban Terseret 500 Meter Karena Pertahankan Ponselnya

"Saat itu pelaku langsung merebut parang yang di genggaman korban lalu membacokkan ke lengan sebelah kanan korban sebanyak 1 kali sehingga korban mengalami pendarahan," terangnya.

Seusai ditebas tersangka, korban kemudian jatuh dan meninggal akibat kehabisan darah.

Baca juga: Komplotan Begal Tega Rampas Handphone Pedagang Nasi Goreng di Bekasi Viral di Medsos

Sementara itu, tersangka tidak memilih kabur dan kemudian duduk di teras halaman rumahnya.

"Tidak berselang berapa lama, datang saudara perempuan korban ke rumah pelaku dan menemukan korban sudah meninggal dunia di ruang tamu rumah pelaku dalam keadaan terluka dan mengalami pendarahan " terangnya.

Baca juga: Kronologi dan Fakta-fakta Kasus ART di Kota Bengkulu Diduga Dianiaya Majikan Oknum Polisi

Petugas dari Satreskrim Polres Dairi kemudian mendatangi lokasi kejadian dan menemukan jasad sudah dibersihkan oleh pihak keluarga dan tersangka masih berada di dalam rumah.

"Tersangka pun kemudian mengakui perbuatannya dan langsung di bawa ke Satreskrim Polres Dairi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved