ART di Kota Bengkulu Dianiaya

Polres Bengkulu Libatkan Psikolog, Pastikan Kondisi Kejiwaan Oknum Polisi Tersangka Penganiaya ART

Usai menetapkan oknum anggota Polri berinisial BA sebagai tersangka kasus penganiayaan asisten rumah tangga (ART) berinisial YA (22), pihak Polres

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi/TribunBengkulu.com
Kapolres Bengkulu, AKBP Andy Dadi 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Usai menetapkan oknum anggota Polri berinisial BA sebagai tersangka kasus penganiayaan asisten rumah tangga (ART) berinisial YA (22), pihak Polres Bengkulu akan menggandeng Psikologi untuk memastikan kondisi kejiwaan tersangka.


Diketahui tersangka BA telah melakukan penganiayaan terhadap YA selama enam bulan sejak Desember 2021 lalu.


Kapolres Bengkulu AKBP Andi Dady mengatakan, terkait motif pelaku pihaknya masih dalam proses mendalami. 

Namun untuk sementara, dari pengakuan tersangka, perlakuannya tersebut disebabkan karena jengkel dengan hasil kerja korban.

"Sejauh ini tindakan pelaku itu spontan. Kita belum mendalami apakah ada unsur penganiayaan," ujar Andi kepada TribunBengkulu.com, Jumat (10/6/2022).

Karena itu, dikatakan Andi, pihaknya berencana melibatkan ahli kejiwaan atau psikolog untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku. 

Selain itu terhadap istri tersangka, Andi mengatakan statusnya masih sebagai saksi. 

Penyidik juga akan segera memeriksanya secara resmi setelah melayangkan surat panggilan terlebih dahulu. 

Andi juga menjelaskan tersangka BA dijerat UU 23 Tahun 2004 tentang KDRT Pasal 44 junto pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara. 

"Terhadap tersangka sudah dilakukan penahanan di rutan Polres Bengkulu untuk 1x24 jam. Diperpanjang atau tidak tergantung sikap kooperatif tidaknya nanti," kata Andi. 


Andi pun mengimbau agar mereka yang mempekerjakan ART bisa menjauhkan tindakan kekerasan fisik atau psikologi. 


"Kalau hasil kerja ART nya kurang sebaiknya diberi peringatan dan ingatkan dengan baik. ART itu juga punya hak yang disebut hak asasi manusia," ucap Andi.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved