ART di Kota Bengkulu Dianiaya

Terancam Dipecat, Oknum Polisi Penganiaya ART di Bengkulu Ditetapkan Tersangka KDRT

Oknum polisi penganiaya ART di Bengkulu, BA, akhirnya ditetapkan tersangka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Jumat (10/6/2022).

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno saat ditemui di ruangannya, Kamis (9/6/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Oknum polisi penganiaya ART di Bengkulu, BA, akhirnya ditetapkan tersangka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Jumat (10/6/2022).

Korbannya bernama Yesi Aprillia (22) merupakan warga Desa Pagar Banyau Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara.

Selama 6 bulan bekerja di rumah majikannya tersebut, selain diduga mendapatkan penganiayaan, Yesi Aprillia (22) bahkan tidak diberikan gaji.

Penetapan status tersangka terhadap BA dilakukan aparat pada pukul 03.00 WIB dini hari tadi.

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com.

"Setelah proses pra-rekonstruksi, langsung ditetapkan sebagai tersangka," kata Sudarno.

Sudarno juga menegaskan tersangka saat ini tetap ditahan.

"Dan kita akan tetap selesaikan proses pidana," ujar Sudarno.

Baca juga: Prarekonstruksi di Rumah Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu: Ada 26 Adegan, Mirip Hasil Visum

Ditambahkan Sudarno, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Baca juga: BREAKING NEWS: ART di Kota Bengkulu Diduga Dianiaya Majikan Oknum Polisi Sejak 6 Bulan Lalu

Dalami Keterlibatan Sang Istri

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno menjelaskan untuk proses hukum laporan dugaan penganiayaan ART, pihak kepolisian telah memeriksa 5 orang saksi.

"Di Polres Bengkulu sudah memeriksa 5 orang saksi termasuk korban, sedangkan untuk di Bid Propam Bengkulu terduga pelaku telah diamankan dan menjalani proses pemeriksaan," ujar Sudarno.

Lebih lanjut, menurut Sudarno, pihaknya juga akan segera memeriksa istri terduga pelaku yang berinisial Li, untuk menentukan keterlibatannya dalam kasus ini.

Halaman
1234

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved