Tersangka Pembunuh Istri di Bengkulu Menangis, Titip Pesan ke Anak & Minta Maaf ke Keluarga Korban

KO (33) tersangka d KDRT yang menewaskan istrinya sendiri Amelina Efriyanti (31) warga Kampung Jeruk Desa Kepala Curup Kecamatan Binduriang Kabupaten

Panji/Tribunbengkulu.com
Raut wajah tersangka KO (33) kasus KDRT yang menewaskan istrinya sendiri Amelina Efriyanti (31) warga Desa Kampung Jeruk, di hiasi air mata saat dibawa ke Ruta Polres Rejang Lebong, pada Jum'at (10/6/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - KO (33) tersangka d KDRT yang menewaskan istrinya sendiri Amelina Efriyanti (31) warga Kampung Jeruk Desa Kepala Curup Kecamatan Binduriang Kabupaten Rejang Lebong tampak menangis saat digiring petugas ke sel tahanan Mapolres Rejang Lebong.

Dengan mengenakan baju biru bertuliskan tahanan Polres Rejang Lebong dengan kondisi tangan terikat ke belakang.

Kepada awak media, tersangka sempat melontarkan ucapan permintaan maaf kepada keluarga korban atas perbuatannya. Tampa  air mata membasahi muka tersangka.

"Saya minta maaf atas apa yang sudah saya lakukan, saya menyesal dengan perbuatan yang saya lakukan," kata KO sembari menangis di depan awak media usai Konfrensi Pers di lapangan Polres Rejang Lebong, pada Jum'at (10/6/2022).


KO juga menitipkan pesan untuk anak semata wayangnya ini, untuk menjadi orang yang baik. 

"Jadilah anak yang soleha nak, bapak minta maaf, jaga diri baik-baik," katanya.


Tersangka Malu Tak Memiliki Sepeda Motor

Ko yang berhasil diwawancarai Tribunbengkulu.com sebelum digelandang ke sel tahanan Mapolres Rejang Lebong usai konferensi pers, Jumat (10/6/2022), mengaku bahwa, insiden tersebut bermula dari cekcot mulut antara korban dan dirinya.

Dipicu lantaran tersangka kesal tidak diberi uang oleh korban, untuk melunasi hutang arisan untuk beli sepeda motor.

Tersangka mengaku malu karena tidak memiliki sepeda motor, dan dirinya sudah dua bulan meminta korban membelikan sepeda motor yang harusnya menjadi tanggungjawabnya selaku kepala keluarga.

"Saya ada hutang juga yang mau dibayarkan, saya ikut arisan untuk beli motor tapi saya menunggak membayar arisan," kata KO kepada wartawan, Jum'at (10/6/2022) 

Padahal utang Ko dari pengakuannya hanya sebesar Rp 500 ribu. Namun ia juga meminta uang sebesar Rp 2,5 juta untuk membeli sepeda motor.

Sementara itu, terkait ditemukannya bong alat hisap sabu di rumahnya saat digeledah petugas.

Ko mengaku bukan miliknya, melainkan orang lain. Karena rumahnya kerap dijadikan markas untuk bermain judi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved