Anak Didik di Lapas Anak Bengkulu Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Tahanan

Seorang anak didik yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) kelas IIA Kota Bengkulu meninggal tak wajar di kamar tahanannya

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Kamar Jenazah RS Bhayangkara Bengkulu, lokasi YY divisum, Sabtu (1162022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Seorang anak didik yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) kelas IIA Kota Bengkulu meninggal tak wajar di kamar tahanannya.

Diketahui anak didik LPKA tersebut berinisial YY (18) baru saja menjalani hukuman di LPKA selama dua hari dan menjalani hukuman sejak Jumat (10/6/2022).

Kepala LPKA kelas IIA Bengkulu, Ahmad Junaidi mengatakan, kejadian ini diketahui pertama kali oleh tiga orang anak didik yang sedang berkeliling untuk mengambil ompreng makanan di setiap kamar .


"Saat ketiga anak didik yang berkeliling tiba di kamar nomor 8, ketiganya melihat YY dalam kondisi yang tak wajar pada Sabtu (11/6/2022) sekitar pukul 06.05 Wib," ujar Junaidi.


Setelah rekan YY melihat kejadian tersebut, salah satu anak didik segera melaporkan kejadian tersebut kepada komandan dan regu pengawas.


"Komandan dan regu pengawas segera membuka pintu dan memutuskan tali celana yang masih menempel di leher YY, dan segera menghubungi perawat LPKA," ucap Junaidi.


Melihat kondisi YY yang kritis, pihak LPKA segera mengantarkan YY ke RSHD Kota Bengkulu untuk mendapatkan pertolongan darurat.


"Namun saat tiba di RSHD Kota Bengkulu, YY telah meninggal dunia," ungkap Junaidi.


Lebih lanjut, dikatakan Junaidi, tidak ada tanda-tanda YY akan meninggal secara tak wajar, sebab diketahui YY masih ikut sholat subuh dan beraktifitas seperti biasa.


"Biasanyakan orang yang mau bunuh diri itu termenung, namun ini tidak, dia masih beraktifitas seperti biasa," ujar Junaidi.


Kemudian, menurut Junaidi, saat YY baru saja tiba dari rutan Manna, YY dalam keadaan sehat dan dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter.


"Pihak keluarga sudah kita hubungi, dan mereka sudah ikhlas serta tidak meminta jenazah YY untuk diotopsi," ucap Junaidi.


Hingga saat ini, meski keluarga sudah ikhlas, namun pihak LPKA masih menunggu hasil visum di RS Bhayangkara untuk mendapatkan keterangan pasti penyebab dari meninggalnya YY.


"Agar tidak ada kecurigaan dari pihak keluarga, bahwa benar-benar YY ini meninggal secara tak wajar dan saat ini kita masih menunggu keluarga YY dari Kabupaten Kaur," kata Junaidi.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved