Prostitusi Online

Bongkar Praktik Prostitusi Online, Polisi Gerebek Penginapan di Kota Mojokerto

Satu di antaranya adalah pasangan Open Booking Online dari aplikasi yang disalahgunakan untuk menawarkan layanan prostitusi online.

Editor: Hendrik Budiman
SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Polisi mengamankan tiga pasangan bukan suami istri di ruangan Sat Samapta Polres Mojokerto Kota. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Tiga Pasangan bukan suami istri terjaring razia gabungan yang digelar Sat Samapta Polres Mojokerto Kota di penginapan Home Stay Mojokerto Guest House Jalan Raya Benteng Pancasila, Kota Mojokerto.

Satu di antaranya adalah pasangan Open Booking Online dari aplikasi yang disalahgunakan untuk menawarkan layanan prostitusi online.

Baca juga: Bandar Investasi Bodong Berkedok Arisan Online di Kalsel Tipu Korban Capai Rp 1 Miliar

Kasi Humas Polresta Mojokerto, Iptu MK Umam menjelaskan, praktik asusila ini terbongkar dari informasi masyarakat dan kegiatan rutin patroli Cyber.

Ketika pasangan tanpa status pernikahan diamankan saat berada di dalam satu kamar yakni US (24) warga Kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat, Lampung dan seorang pria BS (32) warga Kecamatan Gending, Kabupaten Sumenep.

Baca juga: Puluhan Remaja di Banjarmasin Tawuran Pakai Senjata Tajam di Tempat Lokasi Wisata

Kemudian, MN (30) warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto bersama N (47) warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Lalu, FD (38) warga Kecamatan/Kabupaten Wonosobo dan DS (33) warga Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung.

Ketiga pasangan bukan suami istri ini akan dilimpahkan ke Dinas Sosial Kota Surabaya untuk dibina agar tidak mengulangi perbuatannya.

Baca juga: Bos Perusahaan di Majalaya Dikeroyok 4 Orang dan Dianiaya dengan Senjata Tajam

"Kami terima laporan dari patroli Cyber adanya (Open BO) kemudian petugas menuju ke lokasi, dan memang benar ada pasangan yang dimaksud berada di dalam kamar. Kami periksa dua kamar lainnya, ditemukan dua pasangan bukan suami istri," jelasnya, Sabtu (11/6/2022).

Umam mengatakan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa alat kontrasepsi, handphone dan tisu bekas pakai dari pasangan Open BO tersebut.

Baca juga: Pria di Aceh Rudapaksa Anak Kandung Berusia 14 Tahun Gegara Pisah Ranjang dengan Istri

Mereka akan disanksi Tipiring (Tindak Pidanan Ringan) lantaran perbuatannya melanggar Perda.

"Kami jerat Pasal 92 ayat 1 Jo Pasal 70 Perda Kota Mojokerto No. 3 Th 2021 ttg Tramtibum," terangnya.

Sedangkan, wanita US asal Lampung mengaku terpaksa menjajakan diri psostitusi melalui media sosial lantaran terdesak kebutuhan ekonomi sejak awal 2022.

Baca juga: Pria di Palangkaraya Ngamuk Ancam Warga Pakai Sajam Gegara Mabuk Lem Kayu

Tarif sekali kencan layanan prostitusi yang dipesan melalui media sosial tersebut sekitar Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Ya terpaksa untuk biaya dua anak di kampung. Di sini tidak bisa kerja karena ijazah SMP," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved