Kasus Penganiayaan

Siswi SMP di Palembang Dipukuli Teman Satu Sekolah Gegara Dipicu Rebutan Cowok

Kasus Penganiaayan terhadap korban tersebut diduga gara-gara disangka hendak merebut pacar.

Editor: Hendrik Budiman
Istimewa
Dipicu Rebutan Cowok Siswi SMP Lapor Polisi 

TRIBUNBENGKULU.COM - Seorang siswi salah satu SMP negeri di Palembang Sumatera Selatan berinisial K (14) dianiaya oleh temannya satu sekolah.

Kasus Penganiaayan terhadap korban tersebut diduga gara-gara disangka hendak merebut pacar terduga pelaku.

Akibatnya korban mengalami luka cakar di bagian pipi kiri dan kanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penganiayaan ini terjadi ketika K usai jam pulang sekolah diajak ketemuan oleh pelaku M pada, Jumat (10/6/2022) sekitar pukul 10:00 WIB.

Baca juga: Kronologi dan Fakta-fakta Uang Nasabah Rp 1,1 Miliar di Padang Raib, Berawal Terima Link Misterius

Lalu M mempermasalahkan K yang menandai pacarnya dalam sebuah postingan video.

Keduanya ribut karena M yang merasa terlanjur kesal dengan K hingga mencakar wajah dan menjambak rambut.

Baca juga: Remaja di Padang Curi 3 Unit Handphone Demi Beli Chip Higgs Domino

Perkelahian keduanya dipisahkan oleh teman-teman K yang kebetulan lewat di sekitar lokasi.

"Aku posting video di medsos tag (tandai) kawan aku, iyolah akun pacarnya M, terus pas pulang sekolah dia ngajak ketemuan. Dio nanyo 'kau ngapo tag akun Rasya?' tau dak ceweknyo siapo. Aku jawab yo aku dak tau kalau dio pacarnyo. Aku minta maaf pak samo dio (terlapor), " ujar K saat membuat laporan di Polrestabes Palembang didampingi ibunya, Minggu (12/6/2022).

Baca juga: Pria di Solok Tega Bunuh Ibu dan Adik Kandungnya Lantaran dapat Bisikan Gaib, Terancam 15 Tahun

Kemudian M langsung melukai K dengan cara mencakar-cakar wajah serta menjambak rambutnya.

Mendengar keributan yang terjadi teman-teman korban datang membantu kemudian memisahkan korban dengan terlapor.

Baca juga: Pria di Solok Tega Bunuh Ibu dan Adik Kandungnya, Ngaku Dapat Bisikan Gaib

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi membenarkan laporan korban dan sudah diterima.

"Korban langsung membuat laporan dan sudah kami terima. Korban dan terlapor masih anak dibawah umur, " pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved