Banjir dan Tanah Longsor

Banjir dan Tanah Longsor di Bengkulu Utara, Masyarakat Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga 3 Hari

Menyikapi kejadian bencana banjir dan tanah longsor di Bengkulu Utara yang terjadi pada Minggu (12/6/2022) dini hari itu, BNPB mengimbau.

Editor: Hendrik Budiman
HO BNPB
Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, pada Minggu (12/6) dini hari menyebabkan 58 unit rumah di 2 kecamatan terdampak 

TRIBUNBENGKULU.COM - Bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu menyebabkan 2 kecamatan terdampak.

Menyikapi kejadian bencana banjir dan tanah longsor di Bengkulu Utara yang terjadi pada Minggu (12/6/2022) dini hari itu, BNPB mengimbau agar masyarakat waspada cuaca ekstrem yang bakal melanda sejumlah wilayah d Provinsi Bengkulu.

Baca juga: Banjir dan Tanah Longsor di Bengkulu Utara, 58 Unit Rumah di 2 Kecamatan Terdampak

Hal itu diungkapkan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D, Senin (13/6/2022).

"Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk wilayah Bengkulu Utara dua hari kedepan (15/6) berpotensi hujan ringan hingga hujan lebat disertai petir," kata Abdul Muhari, Ph.D dalam keterangan resminya.

Baca juga: Pria Paruh Baya asal Jawa Tengah Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Perkebunan Kepahiang

Ia mengungkapkan, untuk wilayah Provinsi Bengkulu BMKG telah merilis informasi peringatan dini waspada potensi hujan sedang-lebat dan angin kencang berdurasi singkat pada siang.

Hingga malam hari terjadi di wilayah Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur.

Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, pada Minggu (12/6) dini hari
Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, pada Minggu (12/6) dini hari (HO BNPB)

Menyikapi prakiraan cuaca dari BMKG, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi.

"Selain itu, dihimbau untuk warga yang tinggal lereng bukit atau dataran rendah untuk waspada terjadi tanah longsor apabila intensitas hujan tinggi terus terjadi," tegasnya.

Baca juga: Suhu Mencapai 44 Derajat, JCH asal Bengkulu Mulai Tour Ziarah di Madinah


Sebelumnya, diketahui bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bengkulu Utara tersebut menyebabkan 58 unit rumah di 2 kecamatan terdampak dengan ketinggian air diperkirakan 5 - 35 sentimeter.

Sedangkan longsor berdampak pada 7 unit rumah diantaranya 1 unit rumah roboh dan 1 tiang listrik juga roboh.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Bengkulu Utara, TNI-Polri, Pemerintah Daerah, Relawan, masyarakat dan lintas unit terkait melakukan upaya penanganan darurat dilokasi sesaat setelah kejadian.

Baca juga: Pria Muda di Kaur Nyaris Tewas Ditusuk Kakak Kandung Pakai Sajam Saat Hendak Makan Siang

Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, pada Minggu (12/6) dini hari menyebabkan 58 unit rumah di 2 kecamatan terdampak

"Kejadian ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi selama 3 hari berturut-turut sehingga memicu terjadinya banjir dan longsor yang melanda dua kecamatan," katanin (13/6/2022).

Baca juga: OTT di Dinkes Kota Bengkulu, Polisi Telusuri Aliran Dana, Pejabat Bakal Dipanggil

Adapun lokasi terdampak yakni Desa Kalbang, Desa Dusun Raja, Desa Air Padang di Kecamatan Lais dan Desa Batiknau di Kecamatan Batiknau.

Sementara itu, katanya, jalan lintas nasional yang terletak di Desa Dusun Raja dan Desa Air Padang terdampak longsor sepanjang 300 meter.

"BPBD Kabupaten Bengkulu Utara juga berkoordinasi dengan Polsek Lais guna melakukan penanganan dengan memasang police line di 4 titik lokasi terjadinya longsor," ungkapnya.

Baca juga: 4 Mobil Tabrakan Beruntun di Kota Bengkulu, Diduga Sopir Mengantuk

Ia menerangkan, selanjutnya akan dilakukan upaya pemasangan rambu peringatan rawan longsor di 4 titik lokasi longsoran.

Hal ini dilakukan agar pengguna jalan lebih berhati-hati dalam melintas.

Ia menambahkan, mitigasi berbasis vegetasi juga dapat dilakukan dengan melakukan penanaman vetiver atau akar wangi.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved