OTT di Dinkes Kota Bengkulu, Polisi Telusuri Aliran Dana, Pejabat Bakal Dipanggil

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno menegaskan pemeriksaan terhadap dua oknum pegawai Dinkes, R dan L tetap berjalan.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno menegaskan pemeriksaan terhadap dua oknum pegawai Dinkes, R dan L tetap berjalan meski keduanya dipulangkan dan dikenai wajib lapor. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno menegaskan pemeriksaan terhadap dua oknum pegawai Dinkes, R dan L tetap berjalan meski keduanya dipulangkan dan dikenai wajib lapor.

Menurut Sudarno, dari Polda Bengkulu, akan ada koordinasi antara Ditreskrimum dan Ditreskrimsus untuk dilakukan pendalaman terkait kasus ini.

Sudarno juga mengatakan polisi nantinya juga akan memanggil pejabat di Dinkes Kota Bengkulu untuk dimintai keterangan.

"Pasti, karena itu berkaitan dengan pejabat-pejabat di sana. Apakah ada aliran dana itu ke pejabat tertentu. Maka itu kita dalami," kata Sudarno kepada TribunBengkulu.com, Senin (13/6/2022).

Sebelumnya, oknum pegawai Dinkes Pemkot Bengkulu yang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polda Bengkulu pada Jumat (10/6/2022) dikenakan wajib lapor.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan, kasus OTT ini masih dalam pengembangan.

"Dan 2 orang itu wajib lapor," kata Sudarno kepada TribunBengkulu.com, Minggu (12/6/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS: Oknum ASN di Kota Bengkulu Diduga Terjaring OTT

Baca juga: Terjaring OTT, 2 Pegawai Dinkes Kota Bengkulu Berinisial R dan L Langsung Dinonaktifkan

Di sisi lain, Pemkot Bengkulu melalui Kadis Kominfo Kota Bengkulu, Eko Agusrianto mengatakan tidak ada lagi pihak lain yang terlibat dalam kasus OTT dua oknum pegawai Dinkes.

Termasuk, kata dia, tidak ada keterlibatan atasan di Dinkes ataupun ASN lain dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) ini.

"Saya berkeyakinan, Insya Allah tidak," kata Eko saat konferensi pers, Jumat lalu.

Eko juga menegaskan jika Pemkot Bengkulu tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan, baik itu dilakukan oleh pegawai tidak tetap (PTT), PNS, ataupun pejabat.

Pemkot Bengkulu sendiri, kata Eko, tetap dalam posisi menunggu hasil penyidikan dari aparat penegak hukum dalam kasus ini.

"Ini kan oknum. Kita lihat nanti," ujar Eko.
 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved