Wabah PMK di Bengkulu
Daging Sapi Terjangkit Wabah PMK Aman Dikonsumsi, Kecuali Bagian Ini
Daging sapi yang terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih aman untuk dikonsumsi manusia.
Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Syarkawi menjelaskan, daging sapi yang terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih aman untuk dikonsumsi manusia.
Ia menjelaskan tidak ada efek yang ditimbulkan oleh daging sapi yang dinyatakan positif terjangkit wabah PMK, karena penyakit ini hanya berpengaruh pada hewan itu sendiri.
"Penyakit ini tidak menular ke manusia, jadi kita mengimbau masyarakat untuk tidak usah panik, karena daging sapi yang terkena wabah PMK ini tetap aman untuk dikonsumsi," ungkap Syarkawi.
Syarkawi menyebutkan, kendati daging sapi yang terjangkit PMK masih boleh dikonsumsi, namun ada beberapa bagian sapi yang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi.
Karena dikhawatirkan akan menimbulkan efek yang berdampak pada kesehatan jika tetap dikonsumsi manusia.
"Yang tidak boleh dikonsumsi seperti bagian mulut, lidah, jeroan dan kaki bagian bawah," kata Syarkawi.
Dengan demikian, Syarkawi menyarankan, jika memang sapi yang terjangkit PMK masih dalam jumlah sedikit, maka lebih baik dipotong dan dijual atau dikonsumsi saja dagingnya.
Sedangkan untuk bagian seperti bagian mulut, lidah, jeroan dan kaki bagian bawah lebih baik di musnahkan saja, bisa dengan cara dibakar ataupun dikubur.
"Tapi kalau jumlah yang terkena sudah banyak, ya upayakan pengobatan dulu. Karena kalau dipotong semua, bisa-bisa rugi juga," kata Syarkawi.
Sementara itu, untuk penyebaran penyakit mulut dan kuku, hanya menular ke hewan yang berkuku belah saja. Di antaranya seperti sapi, kambing, domba, kijang, rusa, unta, babi dan lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Ilustrasi-Sapi-14-JUNI.jpg)