Sidang Dana BOS Seluma

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Dana BOS Seluma, Kuasa Hukum Terdakwa Konfrontir Saksi

sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana BOS Seluma, Selasa (14/6/2022), kuasa hukum terdakwa, Sopian Siregar konfrontasi saksi dihadirkan JPU.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana BOS Seluma di Pengadilan Negeri Bengkulu, Selasa (14/6/2022), kuasa hukum terdakwa, Sopian Siregar konfrontasi saksi yang dihadirkan JPU.

Terdakwa dugaan korupsi Dana BOS Seluma ada dua orang, yakni mantan Kadisdik Seluma, EH, dan pihak ketiga yang juga menantu EH, FYA.

JPU sendiri menghadirkan beberapa orang saksi pada sidang dugaan korupsi dana BOS Seluma, seperti Kabid SD Disdik Seluma, Sisman Baijuri, Kasi Kurikulum SMP, Marwan, serta Pipit, tukang pembuat alat perlengkapan cuci tangan.

Dalam persidangan, kuasa hukum EH dan FYA, Sopian Siregar melakukan konfrontasi dengan saksi.

Sopian menanyakan peranan apakah saksi Baijuri pernah mengumpulkan para kepala sekolah, terkait pembelian laptop.

Kemudian, Sopian juga menanyakan apakah saksi Pipit pernah bertemu saksi Bajuri di suatu tempat di Seluma, yang dibenarkan oleh saksi Pipit.

Sopian juga menanyakan apakah benar saksi Baijuri mengatakan ada komisi untuk kepala dinas sebanyak 10 persen, yang dibenarkan saksi Pipit, namun dibantah saksi Baijuri.

Sopian sendiri yang ditemui usai sidang mengatakan bahwa dalam kasus ini, saksi-saksi adalah satu kesatuan dengan kliennya, EH dan FYA.

"Ketika salah satu tidak setuju, atau pihak kabid tak menyetujui langkah-langkah yang dilakukan klien kami, itu akan terhenti sampai di situ," kata Sopian kepada TribunBengkulu.com.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved