Hadapi Omicron BA.4 dan BA.5, Masyarakat Diminta Segera Lakukan Vaksinasi Booster

Masyarakat Provinsi Bengkulu diminta untuk bersiap menghadapi virus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang sudah masuk ke Indonesia.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Masyarakat Provinsi Bengkulu diminta untuk bersiap menghadapi virus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang sudah masuk ke Indonesia.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni salah satu upaya yang dilakukan Pemda Provinsi untuk menghadapi varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 ini, yaitu dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi booster.

"Walaupun kasus nol setiap hari, namun kita tetap harus waspada, terutama dengan varian baru seperti Omicron BA.4 dan BA.5 itu," ungkap Herwan.

Herwan mengatakan, untuk vaksinasi dosis pertama yang sudah dijalani masyarakat Bengkulu saat ini, batas waktunya sampai maksimal hanya 6 bulan saja.

Selanjutnya untuk vaksinasi dosis kedua sebenarnya sudah lumayan untuk meningkatkan imunitas tubuh terhadap virus Covid-19.

"Namun untuk lebih memperkuat imunitas terutama dari Omicron varian baru ini, maka kita sangat menganjurkan masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi booster," ujar Herwan.

Untuk capaian vaksinasi booster di Provinsi Bengkulu saat ini diakui Herwan masih sangat rendah, yaitu baru mencapai 14 persen.

Sedangkan untuk target capaian booster dalam rangka penguatan imunitas tubuh menghadapi Omicron varian baru ini, menurut Herwan paling tidak capaiannya minimal sama dengan vaksinasi dosis ke 2, yakni sebesar 70 persen.

"Makanya kita mengajak kepada masyarakat yang belum booster silahkan manfaatkan layanan vaksinasi booster ini," kata Herwan.

Diketahui untuk capaian vaksinasi booster yang didata oleh Dinkes Provinsi Bengkulu, capaian vaksinasi booster yang tertinggi saat ini ada di Kaur dengan angka 22,96 persen dan Bengkulu Selatan dengan capaian angka 20,68 persen.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi booster terendah, terdapat di Kabupaten Mukomuko dengan 6,01 persen dan Kepahiang dengan 7,92 persen.

Lalu di Kota Bengkulu baru 14,38 persen, Bengkulu Utara 16.69 persen, Rejang Lebong 13,09 persen, Lebong 8,75 persen, dan Seluma 15,21 persen. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved