Khilafatul Muslimin di Lubuklinggau

Polisi Copot Pelang Nama Organisasi Khilafatul Muslimin di Lubuklinggau

Pihak jajaran kepolisian mencopot Pelang nama organisasi masyarakat (ormas) Khilafatul Muslimin di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel).

Editor: Hendrik Budiman
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi menjelaskan pencopotan Plang Nama Organisasi Khilafatul Muslimin di Lubuklinggau. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Pihak jajaran kepolisian mencopot Pelang nama organisasi masyarakat (ormas) Khilafatul Muslimin di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel).

Pasca 23 orang termasuk dua pimpinan organisasi ini ditangkap Polisi di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Kota Bekasi.

Baca juga: 5 Anggota Khilafatul Muslimin di Lampung Ditangkap Beserta Barang Bukti Uang Rp 2 Miliar

Khilafatul Muslimin dinilai menyimpang karena para pengusung ideologi ini diduga bertentangan dengan Pancasila sesuai dengan undang-undang ormas.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi menyampaikan hasil penelusuran Intelijen Polres Lubuklinggau di lapangan, bahwa organisasi ini ada di Kota Lubuklinggau.

"Kemarin Intel ini kita sudah disebar dan anggota Intel sudah melepas plang nama (di sekretariat kantor tersebut)," kata AKBP Harissandi dikutip dari Tribunsumsel.com, Rabu (15/6/2022).

Bahkan, semua kegiatannya sudah dilakukan penyetopan, apabila anggota organisasi ini masih menyelenggarakan kegiatan di kantor tersebut akan langsung dibubarkan.

"Berdasarkan pendataan jumlah anggotanya ada 30 orang, kegiatan organisasi ini beberapa diantaranya menghimpun zakat, infaq dan kegiatan amal lainnya," ujarnya.

Baca juga: Bawa Motor Pakai Sendal Jepit Ditilang?, Ini Penjelasasn Kakorlantas Polri

Menurutnya, organisasi ini baik dari tingkat organisasi pusat dan daerah bertentangan dengan undang-undang ormas sampai dengan tingkat bawah.

"Kita akan melakukan penutupan juga, sementara ini kita akan melakukan pemantauan, untuk penutupannya akan kita lakukan bersama Kesbang Pol dan Pol PP," ungkapnya.

Baca juga: Versi Oknum ASN Kota Bengkulu yang Dituding Aniaya Kurir Gara-gara Pesanan Paket COD Sang Anak

Harissandi pun menegaskan, organisasi dianggap terlarang karena bertentangan dengan undang-undang Ormas bila dari pusat salah berarti di daerah juga salah.

"Jadi salah semuanya bila dari pusat sampai daerah ada kesalahan," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved