Dugaan Korupsi Dana BOS Seluma Rugikan Negara Rp 582 Juta, Kuasa Hukum: Sudah Dikembalikan Terdakwa

Kuasa hukum terdakwa kasus dugaan korupsi dana BOS Seluma, Sopian Siregar menegaskan bahwa kliennya sudah mengembalikan kerugian negara dalam kasus in

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi Juniandra/Tribunbengkulu.com
Kuasa hukum terdakwa kasus dugaan korupsi dana BOS Seluma, Sopian Siregar 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kuasa hukum terdakwa kasus dugaan korupsi dana BOS Seluma, Sopian Siregar menegaskan bahwa kliennya sudah mengembalikan kerugian negara dalam kasus ini.

Terdakwa dalam kasus ini ada dua orang, yakni mantan Kadisdik Seluma, EH, dan pihak ketiga yang juga menantu EH, FYA.

Menurut Sopian, audit dari BPKP menyebutkan ada kerugian negara sebesar Rp 582 juta.

"Secara nyata dan jelas, sudah disetor ke negara," Kata Sopian kepada TribunBengkulu.com, Kamis (16/6/2022).

Karena sudah dikembalikan kliennya, maka Sopian mengatakan saat ini sudah tidak ada lagi kerugian negara.

"Kerugian negaranya kami kembalikan sesuai audit BPKP. Jadi dalam perkara ini, kerugian negara sudah Rp 0," ujar dia.

Namun, Sopian menegaskan bahwa dalam hitungan pihaknya, jumlah kerugian negara dalam kasus ini tidaklah Rp 582 juta.

Ada selisih penghitungan pajak yang dilakukan BPKP, sehingga setidaknya selisihnya ada Rp 52 juta. Jadi, Rp 582 juta hasil audit BPKP, dikurangi Rp 52 juta.

"Nanti dalam pledoi (pembelaaan), akan kami lampirkan itu," ungkap dia.

Dalam kasus ini sendiri, negara mengalami kerugian sebesar Rp 582 juta.

Secara total, terdapat 73 Sekolah Dasar (SD) dan 29 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Seluma yang menerima anggaran DAK Afirmasi ini.

Setiap sekolah menerima Rp 60 juta dengan total anggaran keseluruhan Rp 6,1 miliar.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved