Moms Harus Tau Cara Mendidik Anak Tegas Bukan Berarti Keras

Tribunners, anak salah satu hal terbaik dalam hidup setiap insan manusia. Namun, jika anak nakal atau biasa disebut nakal, maka orang tua bisa bingung

Penulis: Achmad Fadian | Editor: M Arif Hidayat
Guesehat
Moms Harus Tau Cara Mendidik Anak Tegas Bukan Berarti Keras 

TRIBUNBENGKULU.COM - Tribunners, anak salah satu hal terbaik dalam hidup setiap insan manusia. Namun, jika anak nakal atau biasa disebut nakal, maka orang tua bisa bingung. Padahal, orang tua dapat mengatasi hal tersebut dengan beberapa cara mendidik anaknya dengan baik, salah satunya dengan tegas dalam mendidik anak. Maka dari itu, moms harus tau cara mendidik anak tegas bukan berarti keras.

Tegas Memberi Perintah

Tribunners, ada banyak tips menghadapi anak nakal dan susah diatur, yang pertama adalah ketegasan. Tegas disini bukan berarti mama harus memukul anak mama. Teguh di sini berarti teguh dalam memegang hal-hal baik yang akan kamu ajarkan kepada anak-anak kamu. Tentunya, moms harus tau cara mendidik anak tegas bukan berarti keras.

Jangan hanya karena anak kamu menangis dan merengek, kemudian, kamu luluh dan biarkan anak kamu melakukan apa yang diinginkannya. Kamu tidak perlu berbicara keras dan memarahi anak kamu untuk satu hal ini, atau memukul anak kamu. Moms harus tau cara mendidik anak tegas bukan berarti keras.

Namun itu semua, dengan suara dan ucapan yang lembut, kamu dapat menyampaikan bahwa keputusan atau perintah tidak dapat digoyahkan oleh rayuan anak kamu. Cara ini juga perlu digunakan untuk mendidik anak mengenal, arti tanggung jawab dan disiplin sejak dini.

Selain itu, ketegasan juga diperlukan untuk memperkuat posisi ibu sebagai orang tua. Banyak orang tua yang memiliki anak yang sulit diatur berpikir bahwa anaknya perlu disayangi secara berlebihan.

Hal ini akan membuat anak berpikir bahwa dirinyalah yang memegang kendali dan harus selalu memenuhi keinginannya. Dan, ini menghilangkan rasa tanggung jawab, disiplin dan cinta untuk semua yang dia miliki.

Konsep Konsekuensi

Tribunners, juga perlu memiliki ketegasan saat mendidik anak kamu agar anak memahami konsep konsekuensi dengan memberinya hukuman. Artinya, jika mereka melakukan sesuatu, maka mereka akan mendapatkan pahala sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Ini bisa lebih efektif daripada hanya menasihati anak-anak.

Ibu boleh memberikan hukuman atau tamparan, tetapi jangan menyakiti anak Anda, misalnya dengan koran atau kertas yang digulung lalu dipukul di pantat.

Hal ini untuk menekankan dan memberikan terapi kejut kepada anak, agar mereka ingat akibat yang bisa mereka dapatkan jika melakukan hal yang salah.

Dengan cara ini, setiap anak Anda akan melakukan hal yang salah, sehingga mereka akan mengingat apa yang akan mereka dapatkan. Namun, setelah memberikan hukuman, jelaskan juga mengapa anak Anda menerima hukuman dan mengapa apa yang mereka lakukan itu salah.

Dengan selalu meminta anak Anda untuk memikirkan perilaku yang mereka lakukan, Anda dapat membentuk mental anak Anda menjadi lebih kritis, sehingga ketika mereka dewasa, mereka akan lebih mudah memilah mana yang baik dan mana yang salah. Kedua hal ini hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak tips parenting yang bisa kamu terapkan.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved