Istri Oknum Polisi Aniaya ART Resmi Jadi Tersangka, Tidak Ditahan karena Hamil

Istri oknum polisi aniaya Asisten Rumah Tangga atau ART inisial LE ikut ditetapkan sebagai tersangka.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Istri oknum polisi aniaya Asisten Rumah Tangga atau ART inisial LE ikut ditetapkan sebagai tersangka.

Polres Bengkulu menetapan LE sebagai tersangka setelah sebelumnya sang suami inisial BA oknum polisi aniaya ART lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Berbeda dengan sang suami oknum polisi aniaya ART yang ditahan atas perbuatannya, polisi tidak melakukan penahanan terhadap LE dengan alasan karena LE sedang hamil.

Kapolres Bengkulu, AKBP Andi Dady menjelaskan, tidak dilakukannya penahanan terhadap LE sebagai bentuk kemanusiaan karena LE saat ini sedang hamil muda.

"Tersangka hanya dikenakan wajib lapor, karena selain sedang hamil muda dan butuh perawatan kesehatan, tersangka juga memiliki anak yang masih kecil," ujar Andi.

Lebih lanjut, dikatakan Andi, pihaknya juga memperhatikan psikologis dari anak-anak tersangka, namun hal tersebut tidak mempengaruhi proses hukum tersangka.

Baca juga: Prarekonstruksi di Rumah Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu: Ada 26 Adegan, Mirip Hasil Visum

Baca juga: Temui ART yang Dianiaya Oknum Polisi di Kota Bengkulu, Gubernur Janjikan Perlindungan Untuk Korban

"Tidak dilakukannya penahanan ini tidak mempengaruhi proses hukum, karena saat nanti divonis di pengadilan jumlah hukuman tidak dikurangi masa penahanan di Mapolres, kalau kita tahan dulu saat ini dari vonisnya akan dipotong jadi sama saja," kata Andi.

Terkait peran tersangka LE, menurut Andi, berdasarkan hasil gelar perkara, tersangka melakukan penganiayaan tersebut disebabkan tidak sesuainya dengan hasil pekerjaan korban.

"Karena ketidaksesuaian hasil perkerjaan korban sehingga membuat tersangka secara spontan melakukan penganiayaan," ucap Andi.

Jika dipersentasekan, lanjut Andi, kedua tersangka melakukan penganiayaan dalam jumlah persentase yang sama.

"Saat suaminya bekerja, istrinya melakukan penganiayaan, begitupun sebaliknya," jelas Andi.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved